:
:
Perjalanan
Serunya Camping di Kebun Kopi Cibulao Bersama Komunitas Wisata Panti dan Yayasan PYI

gomuslim.co.id – Menjaga dan menyantuni anak yatim ataupun dhuafa sudah menjadi perintah Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Berbagai macam cara untuk membahagiakan mereka. Berwisata alam menjadi salah satu cara yang tepat untuk membuat mereka senyum sekaligus menjadi lahan ibadah kita untuk tetap taat kepada Allah SWT.

Bersama Komunitas Wisata Panti, gomuslim mengajak 20 anak panti dari Yayasan Panti Yatim Indonesia (PYI) cabang Ciomas, Bogor untuk berwisata camping selama 2 hari 1 malam di Kebun Kopi Cibulao, Cisarua Bogor.

Hari Pertama, Sabtu (7/3/2020)

Pagi sekali, pukul 04.00 WIB, Komunitas Wisata Panti menjemput 3 orang tim gomuslim untuk memulai aktivitas berwisata alam bersama 20 anak yayasan PYI. Lewat jalan Tol Jagorawi, kami menjemput anak-anak Panti PYI yang berada di Ciomas Bogor.

Sampai di Panti PYI pukul 05.00 WIB, kami bergegas melaksanakan salat Subuh. Sementara, 20 anak panti sudah siap memulai perjalanan. Mereka tampak antusias sampai-sampai salah satu anak panti mengaku sulit tidur karena menunggu wisata hari itu.

Komunitas Wisata Panti Bersama Yayasan Panti Yatim Indonesia (PYI) cabang Ciomas, Bogor melakukan Doa bersama sebelum berangkat

Dalam perjalanan kali ini, Danu Setyo Nugroho selaku Ketua Komunitas Wisata Panti mengatakan, banyaknya support sponsor dari para dermawan baik transportasi maupun konsumsi.

Tepat pukul 06.00 WIB, mobil Elf kami datang. Sebelum berangkat, kami berdoa bersama dipimpin oleh salah satu dari anak panti Yayasan PYI.

Dalam perjalanan, kami sempat mengalami kemacetan. Kami terjebak jalur buka tutup jalan arah Puncak Bogor. Buka tutup jalan itu memakan waktu berkisar 2,5 jam. Pukul 08.30 WIB, kami baru dapat memulai perjalanan.

Alhamdulillah pasca buka tutup jalan, Allah memberikan kelancaran pada perjalanan kami. Sekitar 1 jam kami sampai di di area perkebunan Kopi Cibulao, Cisarua, Bogor.

Sesampainya di Cibulao, kami disambut pemilik kebun Kopi Cibulao, kang Yono. Dengan ramah, kang Yono memberitahukan kepada kami, jalur menuju perkebunan kopi Cibulao di Cisarua.

Sebelum ke kebun Kopi miliknya, kang Yono terlebih dahulu memperkenalkan kami dengan Danau Telaga Saat 0 Km Sungai Ciliwung. Kata kang Yono, aliran telaga itu merupakan kilometer 0 menuju sungai Ciliwung.

Danau Telaga Saat 0 Km Sungai Ciliwung

Telaga Saat terlihat sangat indah, dikelilingi bukit dan perkebunan teh. Udaranya yang dingin membuat kami semua merasakan ketenangan. Anak-anak panti, puas bermain berlarian di area itu. Ada yang ke arah perkebunan the, ada juga yang berada di perahu buatan warga setempat untuk menikmati keindahan Telaga Saat.

Anak Panti PYI bermain di Danau Telaga Saat 0 Km Sungai Ciliwung

Di telaga itu, kang Yono menyajikan makanan khas desa yaitu, Bajigur, Ubi Rebus, Gorengan, dan Kacang Rebus. Makanan ini terasa sangat nikmat di lidah kami. Dalam waktu sekejap, semua itu ludes kami santap. 

Hanya berkisar satu jam kami merasakan keindahan Telaga Saat di hari pertama. Sekitar pukul 11.00 WIB, kami kembali berjalan menyusuri perkebunan teh wilayah Cibulao menuju rumah Kang Yono.

Kang Yono menyambut hangat kami di rumahnya yang beraroma kopi. Ada saung yang kami gunakan untuk beristirahat. Di sini, Kang Yono memperlihatkan berbagai macam alat giling biji kopi dari yang masih mentah hingga menjadi kopi yang siap untuk diseduh. Kami istirahat, makan siang dan salat berjamaah sambil mempersiapkan perjalanan menuju kebun kopi milik kang Yono.

Kami pun melanjutkan perjalanan. Kami mendaki ke Kebun Kopi Cibulao milik kang Yono yang luasnya 35 hektare. Jalanan terjal, bertanah lembek kami lalui sampai bukit kebun kopi.

Perjalanan Menuju Perkebunan Kopi Cibulao

Sesampainya di kebun Kopi, Kang Yono bersama rekannya memberikan edukasi tentang jenis Kopi Robusta dan Arabica. Anak-anak panti diajarkan cara memetik biji kopi yang sudah siap panen. Anak-anak tampak antusias ikut memanen dan memetik biji kopi terbaik.

Kepala Yayasan Panti Yatim Indonesia Bersama Anak Panti Memetik Biji Kopi

Anak-anak panti YPI tampak senang. Mereka berjalan-jalan di area perkebunan, memetik biji kopi, bertanya-tanya tentang jenis bibit kopi. Tak terasa, waktu sudah berlalu begitu cepat. Pukul 14.00 WIB, kami turun dan pulang ke rumah kang Yono lagi.

Setelah dari kebun, Kang Yono memberikan edukasi tentang cara mengolah kopi dari pasca memetik hingga menjadi kopi siap saji. Anak-Anak panti bahkan diajak praktek membuat kopi dengan berbagai macam metode seperti pembuatan Kopi V60 hingga Vietnam Drip.

Anak Panti Yatim Indonesia Membuat Kopi Sendiri Berjenis Vietnam Drip

Pukul 18.00 WIB, kami istirahat lagi, melaksanakan salat berjamaah sebelum kembali mendaki bukit dan menginap di sana alias camping. Pukul 19.30 WIB berangkat menuju bukit Kebun Kopi Cibulao. Saat kami sampai, tim Kang Yono sudah mempersiapkan tenda untuk kami menginap.

Banyak acara ditampilkan malam itu. Kami berkumpul mengelilingi api unggun, penampilan seni anak-anak panti PYI, hingga bakar-bakar jagung. Bekumpul, berbaur, bercerita dan bermain bersama anak-anak yatim ternyata memberikan kebahagiaan tersendiri.  

Bermalam, Camping di Bukit Cibulao. Performance Anak Panti di Acara Api Unggun

Acara malam itu selesai pukul 23.00 WIB. Kami pun masuk ke dalam tenda masing-masing dan beristirahat.

Hari Kedua, Ahad (8/3/2020)

Satu keseruan dari camping adalah sensasi dingin. Pada pukul 02.00 WIB, saya terbangun karena malam itu terasa begitu dingin. Meski pakaian lengkap dari ujung kepala sampai penutup kaki, saya masih menggigil. Malam itu, dinginnya Bukit Cibulao itu mencapai 9-10 derajat celcius.

Pada pukul 04.00 WIB, alarm mulai berbunyi membangunkan kami agar bersiap melaksanakan salat Subuh. Hingga waktunya, kumandang Adzan pun terdengar. 

Mentari perlahan mulai terlihat. Pagi itu, sebelum sarapan siap, kami diajak kang Yono berolahraga mengelilingi perkebunan Cibulao. Kami melewati kebun teh dengan trek menanjak dan menurun, berputar hingga mengelilingi Telaga Saat 0 Km, Ciliwung, lalu kembali lagi ke bukit.

Berjalan mengelilingi Cibulao, melewati kebun teh

Puas berolahraga, kami sarapan bersama. Sarapan di atas bukit di tengah cuaca yang sangat dingin, kami dihidangkan Nasi Liwet dengan telor dadar dan orek tempe. Itu sangat menggugah selera. Anak-anak tampak lahap menyantapnya.

Pukul 10.00 WIB, Kak Danu mengajak mengajak anak-anak panti PYI mereview kegiatan dua hari ini. Berbagai macam tanggapan mereka sampaikan. Rata-rata, anak-anak menyampaikan rasa senang karena bisa ikut jalan-jalan, camping bersama. Bahkan, diantara mereka, berharap kembali diajak jalan-jalan oleh Komunitas Wisata Panti.

Komunitas Wisata Panti, Duta Kopi Indonesia, Tim Gomuslim, Yayasan Panti Yatim Indonesia, Review Kegiatan

Pukul 11.00 WIB, kami turun bukit. Camping kami selesai. Kami kembali ke rumah kang Yono terlebih dahulu untuk mandi, bersih-bersih dan istirahat sejenak. Pukul 14.00 WIB, kami berpamitan kepada Kang Yono, dan kembali pulang.

Sebelum Komunitas Wisata Panti dan gomuslim pulang ke Jakarta, kami mengantar terlebih dahulu anak-anak Panti Yatim Indonesia ke asramanya yang berada di Ciomas Bogor.

Keindahan alam di Bukit Cibulao, Cisarua menjadi bukti kuasanya Allah SWT. Marilah kita sama-sama menjaga keindahan alam itu sebagaimana kita menjaga diri sendiri. Pelajaran lainnya dari perjalanan ini, jagalah keluarga kita, sayangi mereka dan banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat dari-Nya.

Selain itu, cintai dan santunilah anak-anak yatim dan dhuafa. Sayangi mereka sabagaimana perintah Allah dan Rasul-Nya. Insya Allah, selalu ada nilai ibadah untuk kita jika menanamkan kepedulian terhadap mereka. (hmz)

Responsive image
Other Article
Responsive image