:
:
News
Saudi Gunakan Teknologi Maksimum Selama Penyelenggaraan Haji 2021

gomuslim.co.id – Otoritas Saudi memanfaatkan teknologi untuk membantu jemaah menjalankan ibadah haji dengan tenang dan nyaman. Hal ini guna memastikan keamanan dan mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) selama musim haji 1442 H.

Ziarah tahunan ke Makkah dianggap sebagai pertemuan manusia terbesar di dunia, dengan hampir 2,5 juta jemaah pada 2019. Tetapi karena pandemi COVID-19, haji tahun ini dibatasi untuk 60.000 jemaah, semuanya datang dari dalam Kerajaan. 

Ketika jemaah tiba, mereka memiliki akses langsung ke kartu pintar, gelang pintar, dan layanan robot pintar. Semuanya dimaksudkan untuk membuat haji menjadi pengalaman yang lebih nyaman.

Fitur dari kartu pintar yang diperkenalkan oleh Kementerian Haji dan Umrah ini mencakup komunikasi jarak dekat (NFC) dan barcode yang akan menyimpan informasi pribadi, medis, dan tempat tinggal. Mereka juga akan memandu jemaah ke tempat tinggal mereka di tempat-tempat suci.

Menurut Hamad Al-Eshiwan, Direktur Media Center di Kementerian Haji dan Umrah, kartu pintar itu diproduksi secara lokal dan diberikan kepada para jemaah tahun ini dan akan tersedia untuk para jemaah umrah di masa depan.

“Kami juga akan menyediakan teknologi ini kepada perusahaan haji internasional lainnya untuk klien haji dan umrah di masa depan,” kata Al-Eshiwan seperti dilansir dari publikasi Arab News, Kamis (22/07/2021).

Dia menambahkan, setiap kartu diberi kode warna karena warna yang berbeda menghubungkan pemegang kartu ke rumah masing-masing di tempat suci. Mereka juga memungkinkan akses ke pintu pintar dan pintu masuk ke tempat perkemahan di tempat-tempat suci.

Selain informasi penting jemaah, kartu tersebut juga memungkinkan jemaah untuk memeriksa rute perjalanan dan jadwal haji yang telah direncanakan sebelumnya. Melalui kartu ini, jemaah dapat memilih makanan sehari-hari, yang akan membantu menghindari tempat-tempat ramai.

Wakil Menteri Untuk Layanan Haji dan Umrah, Amr Al-Maddah, menyampaikan perlunya kartu-kartu ini. Dia mengatakan bahwa kartu pintar diluncurkan untuk menempatkan keselamatan dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama dan untuk “memperkaya pengalaman mereka.”

Jemaah dapat mengisi kuesioner evaluasi layanan tentang pengalaman mereka karena umpan balik tersebut akan membantu meningkatkan layanan dan memenuhi harapan tertinggi jemaah.

Kartu pintar juga dapat ditautkan dan dibaca melalui aplikasi "Sha'ir", yang juga akan membantu pihak berwenang dalam menyediakan layanan yang diminta.

Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA) meluncurkan layanan gelang pintar bekerja sama dengan Program Layanan Tamu Tuhan, dalam kemitraan dengan Saudi Telecom Company Group (STC).

 

Baca juga:

Pameran Ini Ungkap Sejarah Penamaan Mina dan Arafah

 

Sekitar 5.000 gelang dibagikan kepada para jemaah tahun ini karena gelang yang hadir dalam bentuk jam tangan ini dilengkapi dengan GPS dan menggunakan data untuk teknologi Internet of Things (IoT).

Gelang menyediakan layanan terintegrasi yang mencakup semua data pribadi seorang jemaah, termasuk status kesehatannya terkait COVID-19.

Presiden SDAIA, Dr Abdullah bin Sharaf Al-Ghamdi, menggambarkan inisiatif tersebut sebagai langkah penting untuk melayani para jemaah.

“Jemaah yang memakai gelang ini dapat memeriksa detak jantung dan tingkat oksigen mereka. Mereka juga dapat meninjau status kesehatan mereka karena gelang ini terhubung dengan aplikasi Tawakkalna,” kata Al-Ghamdi.

Jemaah dengan gelang dapat melaporkan masalah keamanan atau mencari bantuan dari pusat kendali mereka, yang mencakup perwakilan dari berbagai otoritas kesehatan, keamanan, dan haji.

“Pusat ini memantau segala sesuatu yang terjadi pada para jemaah, apakah itu masalah keamanan atau kesehatan, atau bahkan kecelakaan. Gelang ini juga dapat membantu pihak berwenang mengambil tindakan saat dibutuhkan,” sambung Al-Ghamdi.

Presidensi Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meluncurkan layanan robot pintar bulan lalu ketika 10 robot bergabung dengan tim desinfeksi Masjidil Haram.

Untuk membantu menggagalkan penyebaran COVID-19, robot-robot tersebut membantu dalam rutinitas disinfeksi Masjidil Haram. Robot dilengkapi dengan program khusus untuk menganalisis persyaratan desinfeksi area yang ditugaskan. Mereka dapat beroperasi antara lima dan delapan jam tanpa campur tangan manusia.

Pada musim haji 2019, Kementerian Kesehatan memperkenalkan robot haji pertama yang memberikan konsultasi dan pemeriksaan medis jarak jauh dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Asisten profesor AI di Universitas Umm Al-Qura, Tahani Al-Subait, mengatakan bahwa seorang dokter di Riyadh, misalnya, dapat memberikan bantuan medis melalui robot kepada seorang pasien di tempat-tempat suci.

“Dokter dapat memantau robot dari jarak jauh dan memerintahkannya untuk mengukur suhu pasien dan memeriksa denyut nadi mereka dengan stetoskop,” katanya. (jms/arabnews)

 

Baca juga:

Kemenkes Arab Saudi: Tidak Ada Infeksi COVID-19 Selama Penyelenggaraan Haji

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store