:
:
News
Pos Medis DD Beri Layanan Kesehatan bagi Korban Banjir di Adonara Timur

gomuslim.co.id - Hingga Rabu, (7/4/2021), sejumlah relawan maupun masyarakat mulai bergotong-royong membangun sejumlah fasilitas umum pasca banjir bandang yang terjadi di Desa Waiwerang Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Ahad (4/4/2021) lalu.

Hujan ringan hingga sedang tidak menyulutkan semangat relawan untuk membangun kembali jembatan yang terputus. Para relawan dan maysarakat juga membersihkan material yang menimpa sejumlah rumah dan jalanan.

Tim SAR Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa (DD) selain menyisir pencarian korban hilang, juga membantu para petugas relawan lainnya dalam pembuatan jembatan darurat dengan peralatan seadanya. Sehingga cukup memudahkan akses pendistribusian logistik maupun kebutuhan lainnya bagi warga yang terdampak.

Di sisi lain, nampak kesibukan para relawan menyiapkan logistik berupa paket konsumsi untuk pengungsi di Kampus 1 MAN Waiwerang.

Penanggung Jawab Tim SAR DMC DD, Sanadi, mengatakan pihaknya mendirikan tiga titik dapur umum, dengan titik pertama di Kampus 1 MAN Waiwerang. Di sana, Tim SAR DMC DD menyiapkan 300 nasi bungkus dan 200 Cup Bubur Kacang Hijau dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 179 jiwa.

“Di lokasi yang berbeda yakni di Pondok Wahidiyah Desa Waiwerang, kami juga menyiapkan 62 paket konsumsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 32 jiwa dan di titik terakhir yakni di Pos Pengungsian Kantor Desa Lamahala, kami menyiapkan 130 paket konsumsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 75 Jiwa,” ujarnya.

 

Baca juga:

Tanggap Banjir Bima, Indosat Ooredoo Beri Layanan Kesehatan Gratis

 

Di titik Pos Pengungsian Kampus 1 MAN Waiwerang terdapat Pos Medis dari  Layanan Kesehatan DMC DD. Hilir mudik para pengungsi yang membutuhkan penanganan medis hingga Rabu (7/4) sore cukup banyak. Mayoritas para pengungsi mengalami luka-luka dan segera dilakukan tindakan.

“Para pengungsi mulai mengalami gejala flu, demam serta batuk. Pada pelayanan hari ini terdapat 15 pasien yang terdiri dari 7 Dewasa, 6 Anak-anak dan 3 bayi, dengan peralatan dan stok obat-obatan yang kami bawa seadanya. Kami berharap layanan kesehatan ini bisa maksimal memberikan layanan medis bagi warga yang terdampak,” ujar dr. Zainab Aqila, Penanggung Jawab Layanan Kesehatan di Adonara Timur, Flores Timur, NTT.

Sejauh ini kebutuhan mendesak bagi para pengungsi yakni sembako, perlengkapan bayi, medis, hygiene kit dan matras.

Sementara di lokasi yang berbeda, akses jalan menuju Kecamatan Ile Ape Timur terputus sehingga belum dapat diakses para relawan maupun petugas dalam mendistribusikan bantuan.

Berdasarkan data BNPB per 07 April 2020 pukul 13.00 WIB, dampak bencana banjir bandang telah mengakibatkan 138 Jiwa meninggal dunia, 61 Jiwa hilang, 129 jiwa luka-luka, 1.700 Kepala Keluarga (KK) atau 4.829 Jiwa terdampak dan 2.019 (KK) atau 13.266 Jiwa mengungsi.

Di sisi lain kerugian material meliputi 688 unit rumah rusak berat, 272 unit rumah rusak sedang, 154 unit rumah rusak ringan, 60 unit rumah terendam, 1992 unit rumah terdampak, 87 unit fasum terdampak dan 24 unit fasum rusak berat. (rls)

 

Baca juga:

Peduli Korban Banjir, Indosat Ooredoo Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Papua dan Sumbawa

Responsive image
Other Article