:
:
News
MSA Bantu Mahasiswa Muslim AS Saling Terhubung Saat Pandemi

gomuslim.co.id – Kehadiran Muslim Student Association (MSA) membantu mahasiswa muslim terhubung satu sama lain. Hal ini seperti yang dirasakan Huda Zein-Sabatto, seorang mahasiswa muslim di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat.

Lewat MSA, Zein-Sabbato bisa menemukan teman baru sejak hari pertama kuliah. Dia bukan lagi satu-satunya siswa Muslim atau yang berhijab.

“Sejak itu saya senang menjadi bagian dari organisasi yang membantu mengidentifikasi saya dan membuat saya bangga menjadi Muslim,” kata Zein-Sabatto seperti dilansir dari publikasi UT Daily Beacon, Jumat (18/9/2020).

“Saya tidak lagi merasa bahwa saya adalah satu-satunya Muslim atau satu-satunya yang berhijab atau satu-satunya yang pergi melaksanakan salat. Terlepas dari itu, selalu terasa menyenangkan mengetahui ada orang lain seperti Anda di luar sana dan bahwa Anda memiliki orang untuk mendukung jika apapun akan terjadi,” sambung dia.

Mahasiswa jurusan biokimia dan ilmu saraf ini sekarang menjabat sebagai presiden MSA di University of Tennessee. Dia mengambil posisi barunya di tengah merebaknya pandemi COVID-19, yang memaksa mengubah rencana secara total.

“MSA selamanya selalu menjadi organisasi keluarga. Kami hampir selalu melakukan semua hal dan apa pun bersama-sama,” kata Zein-Sabatto.

Setiap malam, anggota MAS akan bertemu di Masjid Annoor untuk salat karena jaraknya hanya beberapa menit dari kampus. Mereka kemudian makan malam bersama setelahnya.

“Sekarang adalah sesuatu yang kami lihat kembali dan berharap kami melakukan lebih banyak. Berdoa bersama di antara kelas di Hodges di ruang sunyi di lantai lima tidak lagi terjadi," ungkap dia.

Masa Sulit

Mengantisipasi tahun ajaran di tengah pandemi COVID-19, MSA sangat memperhatikan bagaimana menyambut mahasiswa baru di kampus dalam situasi yang berbeda.

“Saya pikir hal tersulit tahun ini karena COVID mungkin adalah penyambutan untuk mahasiswa baru yang masuk dan penyambutan kembali untuk kelas secara online. Itu tidak memiliki getaran yang sama seperti ketika kami melakukannya di halaman HSS, makan barbekyu bersama-sama dan terhubung melalui permainan dan benar-benar harus terhubung dengan semua orang,” kata Zein-Sabatto.

 

Baca juga:

Kampanye Anti Rasisme, Muslim AS Kutip Hadits dalam Kaos

 

Sejak awal tahun ajaran, MSA telah menyelenggarakan Tanya Jawab online untuk mahasiswa baru serta pertemuan penyambutan.

MSA juga bekerja untuk mendidik komunitas non-Muslim yang lebih luas tentang keyakinan Muslim.

“Selalu menyenangkan bisa bertemu Muslim lain dan mendukung Muslim lain dan menjadi teman,” kata Osman.

“Tapi lebih dari segalanya, saya akan mengatakan bahwa yang menggairahkan saya adalah kapan pun kami memiliki kesempatan untuk melakukan penjangkauan atau kapan pun kami dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang bukan Muslim dan mengajarkan tentang Islam dan apa artinya menjadi Muslim. Itu sangat menggairahkan saya," paparnya.

Menghubungkan Siswa Muslim

Pimpinan MSA bekerja agar membuat siswa Muslim merasa tidak terlalu sendirian, baik melalui acara langsung atau online.

“Banyak orang yang akan mendapatkan teman yang luar biasa hanya melalui acara kami, dan saya pikir itu sangat menyenangkan sehingga kami dapat menciptakan ruang nyaman yang aman ini bagi orang-orang untuk terhubung dan menjalin persahabatan seumur hidup,” kata Zein-Sabatto .

“Saya hidup untuk terus menawarkan kesempatan ini kepada orang-orang dan hanya membuat mereka merasa bahwa mereka bukan satu-satunya di luar sana,” tuturnya.

Islam adalah agama terbesar ketiga di AS setelah Kristen dan Yudaisme. Menurut perkiraan 2016, ada 3,3 juta Muslim yang tinggal di AS dan membentuk sekitar 1% dari total populasi.

Di Amerika saat ini, pelajar Muslim telah menghadapi peningkatan sikap negatif, mulai dari Islamofobia yang mencolok hingga agresi mikro.

Dalam suasana seperti ini, Muslim Student Association (MSA) berusaha untuk memfasilitasi jejaring, mendidik, dan memberdayakan siswa masa kini untuk menjadi warga masyarakat masa depan. (jms/aboutislam)

 

Baca juga:

Islamophobia Meningkat, Rana Abdelhamid Buka Kelas Bela Diri di Amerika

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store