:
:
News
Kasus COVID-19 Melonjak, Yordania Akan Tutup Kembali Tempat Ibadah

gomuslim.co.id – Yordania mengumumkan akan melakukan penutupan sekolah, tempat ibadah, kafe, restoran, dan tempat hiburan mulai Kamis (17/9/2020) mendatang.

Dilansir dari publikasi Gulf News, Selasa (15/9/2020), penutupan yang akan dilakukan selama dua pekan ini dilakukan untuk menekan angka penularan COVID-19 yang terus menunjukkan kenaikan. Pemerintah juga melarang semua jenis pertemuan sosial.

Kerajaan sendiri melaporkan ada 214 kasus virus korona baru, sehingga total infeksi yang dikonfirmasi menjadi 3.528. Dua orang dilaporkan meninggal karena virus tersebut selama 24 jam terakhir, menjadikan total kematian menjadi 26.

"Kami akan memberlakukan kembali langkah-langkah ketat dan menerapkan tindakan pencegahan baru mulai Kamis pagi, termasuk penangguhan sebagian besar sekolah negeri dan swasta dan beralih kembali ke pembelajaran online selama dua minggu," ujar Menteri Negara Urusan Media, Amjad Al Adialeh saat melakukan konferensi persnya.

 

Baca juga:

Pengadilan Kasasi Yordania Resmi Bubarkan Ikhwanul Muslim

 

Ia mengatakan, semua jenis lounge, kafe, dan restoran juga akan ditutup selama dua minggu, di mana pelanggan dilarang untuk makan di tempat (dine in) dan hanya diperbolehkan untuk layanan delivery dan take away. Pasar dan pusat perbelanjaan pun juga ditutup sementara untuk menghindari kepadatan.

Selain itu, Pemerintah juga akan memperketat tindakannya terhadap pertemuan sosial, pernikahan, tenda duka, atau pertemuan apa pun yang berpotensi menjadi pusat keramaian, mengingat tingginya resiko kelalaian yang telah menyebabkan puluhan kasus baru dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Yordania bahkan telah menyiapkan sanksi bagi warga yang membelot atau membahayakan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Salameh Hammad telah menginstruksikan para Gubernur untuk mengambil tindakan 'paling ketat' terhadap penyelenggara perayaan dan pertemuan sosial besar, dengan jumlah lebih dari 20 orang. Dalam instruksi itu, pelanggar akan terancam ditahan 'secara administratif' selama dua pekan dan tidak akan dibebaskan apapun alasannya. "Ini dilakukan untuk menghalangi mereka yang gagal mematuhi aturan pemerintah mengenai kesehatan dan keselamatan publik," tegas Hammad.

Langkah lain termasuk mengurangi kapasitas pegawai pemerintah hingga batas minimal, sedangkan sisanya akan bekerja secara remote dari rumah. Semua pertemuan di instansi pemerintah harus tunduk pada jarak sosial, sedangkan pertemuan Kabinet, yang akan dilakukan melalui konferensi video. "Kunjungan ke rumah sakit akan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut," pungkasnya. (mga/GulfNews)

 

Baca juga:

Dewan Muslim di Yordania Terbitkan Buku Anak Tentang Nilai Perdamaian

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store