:
:
News
Ini Alasan Islamophobia Terus Terjadi di Eropa

gomuslim.co.id - Baru-baru ini marak bermunculan kelompok anti Islam atau Islamophobia yang terjadi di Benua Eropa. Terbaru di Norwegia dan Swedia terjadi aksi meludahi, merobek dan membakar Alquran. Sementara di Prancis, majalah Charlie Hebdo akan menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi pada Rabu (2/9/2020) menyampaikan ada beberapa alasan mengapa islamophobia terulang dari waktu ke waktu.

Pertama, kelompok nasionalis, rasial dan ekstremis kulit putih di Eropa dan Amerika menganggap pertumbuhan umat Islam di Benua Biru semakin tinggi. Sehingga keberadaan umat Islam yang terus bertambah banyak dianggap akan mengancam agama lain.

 

Baca juga:

Islamofobia di Eropa Semakin Menguat

 

Kedua, para ekstremis kulit putih ini menjadikan isu imigran sebagai kambing hitam untuk menekan pemerintah setempat. Supaya pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memproteksi benua Eropa dari imigran asing, khususnya imigran dari Timur Tengah dan Afrika.

"Karena kebanyakan para imigran tersebut beragama Islam, dan yang ketiga, karena generasi ketiga para imigran yang tinggal di Eropa ini mereka sudah bisa bersaing dengan penduduk asli bangsa Eropa," kata KH Muhyiddin.

Dia menerangkan, generasi ketiga Muslim di Eropa ini banyak yang berpendidikan dan mendapatkan pekerjaan bagus. Jadi bangsa Eropa takut terhadap umat Islam karena khawatir kesempatan kerja yang ada bagi mereka diambil alih oleh masyarakat Muslim.

Aksi anti-Islam di Eropa ini, dia mengatakan, ada kaitannya dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yaitu supremasi kulit putih. Wakil Ketua Umum MUI ini juga melihat adanya kekhawatiran bangsa Eropa terhadap semakin kuatnya Turki yang dulu berkuasa di Eropa bagian timur.

"Turki yang dulu berkuasa di Eropa bagian timur sekarang semakin kuat ekonomi dan militernya, sehingga ini menjadi ancaman bagi bangsa Eropa kalau Turki kuat lagi, maka ditemukannya sumber gas di Turki itupun menimbulkan kekhawatiran bagi Eropa," ujarnya.

KH Muhyiddin mengatakan, yang dilakukan kelompok anti-Islam di Perancis memiliki tujuan untuk menyadarkan bangsa kulit putih yang berideologi supremasi kulit putih, supaya waspada kepada umat Islam. Karena mereka salah memahami agama Islam.

KH Muhyiddin juga mengingatkan, anti-Islam yang akan membuat kembali karikatur Nabi Muhammad SAW itu memang sedang memancing di air keruh. Maka MUI berpesan kepada umat Islam di Eropa jangan sampai terpancing konspirasi yang dilakukan kelompok anti-Islam.

 

Baca juga:

Terkait Penistaan Alquran, Ini Kata MUI, Muhammadiyah dan PBNU

 

"Kita harus berkepala dingin, jangan terpancing, kalau (kita Muslim) melakukan tindakan anarki itulah yang mereka (anti-Islam) inginkan," jelasnya.  

Pemerintah Indonesia juga diminta MUI untuk memanggil Duta Besar Perancis untuk memberikan penjelasan, karena yang dilakukan kelompok anti-Islam di Prancis akan menimbulkan gejolak.

KH Muhyiddin menegaskan, penjelasan Duta Besar Perancis sangat dibutuhkan, seperti halnya penjelasan dari Duta Besar Norwegia dan Swedia karena di sana sebelumnya ada aksi menyobek dan membakar Alquran. (Mr/Republika)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store