:
:
News
Kiai Hafiduddin Serahkan Aset dan Lembaga Pesantren ke NU

gomuslim.co.id KH Hafiduddin Hanief pemilik Pesantren Maratuddiniyah Al Islam (Mardiyah) yang terletak di Jl. H Agus Salim, Kaliawi, Bandar Lampung menyerahkan aset dan lembaga pendidikan yang ia asuh kepada Perkumpulan Nahdlatul Ulama. Penyerahan aset ini ditandai dengan penandatanganan berbagai macam dokumen oleh Kiai Hafid di depan notaris yang dilakukan di pesantren tersebut, Sabtu (29/8/2020).

Sementara ikut menandatangani dokumen dari NU, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH Muhsin Abdillah dan Ketua PWNU Lampung KH Mohammad Mukri. Prosesi ini menandai bergabungnya pesantren yang ia asuh ke dalam NU secara kelembagaan.

 

Baca juga:

Daarut Tauhid Siapkan Lahan Eco Pesantren untuk Pendidikan Khusus Muslimah

 

Saat acara penyerahan aset, Kiai Hafid mengisahkan perjuangannya saat mengelola pesantren tersebut. Menurutnya, lokasi yang saat ini menjadi pesantren Mardiyah sudah menjadi basis pergerakan di zaman revolusi. Sementara pada zaman orde baru, berbagai upaya dilakukan untuk menghilangkan identitas NU pada lembaga tersebut.

"Saya suruh nanggalkan kata NU (saat orde baru) saya tidak mau. Karena saya datang ke Lampung ini membawa amanah," kata Kiai alumnus Zaidatul Maarif Tarakan, Temanggung, Jawa Tengah ini.

Mengelola pesantren di pusat kota menurutnya memiliki tantangan tersendiri karena banyak anak berasal dari berbagai macam latar belakang. Anak di perkotaan memang lebih sulit untuk dikontrol pergaulannya apalagi di era modern saat ini. Namun Kiai kelahiran 1 Juni 1949 ini tidak putus asa karena ia datang ke Lampung dengan amanah mengembangkan Islam di Lampung pada zaman NU periode KH Idam Khalid.

 

Baca juga:

Berkah Hafal 30 Juz Alquran, Santriwati Lampung Diterima PTN Jurusan Kedokteran

 

Ia pergi ke Lampung tanpa dibekali uang karena ia yakin warga NU di seluruh daerah mampu menjadi washilah rezeki baginya. Kiai Hafid hijrah ke Lampung dengan bermodal surat pengantar dari KH Ali Makshum yang saat itu menjadi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Ia memberikan surat tersebut ke pengurus dan tokoh NU Lampung dan setelah itu ia pun dikenal sebagai kader NU dan ditugaskan berdakwah ke penjuru Lampung. Akhirnya ia pun mendirikan Pesantren Mardiyah pada 1975.

Sementara Ketua PWNU Lampung KH Mohammad Mukri berharap setelah aset dan lembaga pendidikan tersebut diserahkan pada Perkumpulan Nahdlatul Ulama, Pesantren Mardiyah dan lembaganya akan lebih baik lagi ke depan.

Hadir pada acara serah terima tersebut, beberapa pengurus NU Lampung dan Pengurus Cabang NU Kota Bandarlampung dan keluarga besar Pesantren Mardiyah. (Mr/NUOnline)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store