:
:
News
Kemenag Dukung Inovasi Hutan Wakaf

gomuslim.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) mendukung pengembangan inovasi hutan wakaf. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Muhammad Fuad Nasar mengatakan bahwa konsep wakaf dapat menjadi instrumen dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup. Instrumen tersebut diimplementasikan dalam program hutan wakaf.

"Hutan wakaf merupakan inovasi di bidang pemberdayaan wakaf. Program ini berangkat dari kepedulian terhadap fenomena global warming beberapa dekade terakhir," ujar Fuad melalui pesan tertulisnya beberapa waktu lalu.

 

Baca juga:

Webinar Hutan Wakaf: Sebuah Terobosan untuk Kelestarian Hutan

 

Ia menjelaskan, dari aspek ekologis, hutan wakaf turut berperan dalam menjaga kestabilan iklim secara mikro, melestarikan keanekaragaman hayati, konservasi air, dan mencegah bencana alam. Karena pemanfaatan aset dalam program ini untuk menjaga kelestarian hidup dan ekologi.

Maka, secara regulasi hutan wakaf masuk dalam kategori wakaf untuk kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Pasal 22 UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

"Selain itu, Pasal 16 Undang-undang Wakaf juga menjelaskan bahwa yang dimaksud Benda Tidak Bergerak (istilah dalam pengelolaan wakaf-red) di antaranya adalah tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah. Dengan kata lain program hutan wakaf meliputi hutan dan tanaman yang ada di atasnya," paparnya.

Selain itu, Fuad menerangkan bahwa masyarakat juga dapat berkontribusi dalam program hutan wakaf. Caranya, dengan menjadi wakif dalam program tersebut atau menjalin kerjasama dengan nazir untuk mengelola hutan wakaf. Saat ini terdapat tiga hutan wakaf yang sudah diinisiasi masyarakat. 

Pertama, hutan wakaf di Jantho, Provinsi Aceh yang dibangun anak muda pecinta alam pada 2012. Kedua, hutan Wakaf Leuweung Sabilulungan yang dikembangkan Pemkab Bandung pada 2013. Ketiga, Hutan Wakaf Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang dikembangkan Yayasan Yassiru pada 2018.

Kemenag pun, kata dia, turut aktif dalam mendukung program hutan wakaf. Dukungan itu di antaranya dibuktikan dengan menggelar sejumlah diskusi dan pengkajian seputar regulasi dengan inisiator program hutan wakaf. "Kedepan, inovasi program seperti ini bisa terus disinergikan antara pemerintah, nazhir, wakif, dan stakeholder terkait," tegas Fuad.

Fuad berharap program ini dapat menjadi program unggulan dari sisi inovasi pemberdayaan wakaf, bahkan menjadi brand di tingkat internasional. Program ini dapat menjadi kekuatan perekonomian bangsa apabila didukung secara simultan dan sinergis oleh pemerintah dan masyarakat luas. (mga/Rep)

 

Baca juga:

CWLS Bakal Pacu Pengembangan Wakaf Produktif di Indonesia

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store