:
:
News
Pengadilan Kasasi Yordania Resmi Bubarkan Ikhwanul Muslim

gomuslim.co.id - Pengadilan Kasasi Yordania pada 15 Juli 2020 lalu secara resmi memutuskan membubarkan Ikhwanul Muslim di negara itu. 

Yordania menutup kantor organisasi Ikhwanul Muslim dengan dalih tak memiliki izin. Bersamaan dengan itu pemerintah Yordania melegalkan kelompok Muslim Brotherhood Society (MBS).

Sistem hukum Yordania telah menyita properti, kantor, dan dana Ikhwanul Muslimin sejak 2015, mentransfer aset tersebut ke MBS, yang dikepalai oleh mantan pemimpin Ikhwanul Syeikh Abdel Majed Thnibat. Keputusan pengadilan 15 Juli lalu menegaskan bahwa organisasi Ikhwanul Muslimin di Yordania tidak memiliki dasar hukum.

 

Baca juga:

Dewan Muslim di Yordania Terbitkan Buku Anak Tentang Nilai Perdamaian

 

Keputusan ini mengikuti jejak Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang lebih dulu secara resmi membubarkan organisasi Ikhwanul Muslim.

Untuk diketahui, Ikhwan Muslim sendiri secara resmi berdiri di Yordania pada  1945, sesuai dengan hukum negara pada saat itu. Kemudian mengganti namanya pada  1953 hanya sebagai al-Jamaa (kelompok) dan menerima akreditasi melalui keputusan tingkat kabinet untuk ada dan beroperasi di Yordania.

Namun keputusan pengadilan terbaru telah memutuskan bahwa Jamaah Ikhwanul Muslimin tidak ada lagi dan telah kehilangan status hukumnya karena tidak mematuhi persyaratan hukum-hukum Yordania. Selain itu organisasi tersebut dilaporkan gagal memperbarui izin politiknya di bawah persyaratan undang-undang tahun 2014 tentang partai politik.

 

Baca juga:

Sosialisasikan Universitas Islam Internasional, Yordania Tertarik dengan Pusat Peradaban Islam Indonesia



Pengadilan membuat keputusan ini sebagai tanggapan atas kasus yang dibawa oleh Persaudaraan terhadap Departemen Pertanahan Yordania, meminta entitas pemerintah untuk membatalkan keputusannya untuk menyerahkan tanah dan bangunan milik Ikhwan kepada MBS, yang telah didaftarkan sejak 2015. Menanggapi keputusan tersebut Ikhwanul Muslimin mengatakan bahwa keputusan Pengadilan Kasasi belum final.

"Waktu keputusan ini aneh. Kami akan melanjutkan perkara ini secara hukum, karena ini bukan keputusan akhir. Ikhwanul Muslimin ada dan telah ada selama beberapa dekade dan memiliki audiens yang luas. Ini akan terus melakukan aktivitasnya selama keadaan sulit yang mempengaruhi Yordania, termasuk ancaman Zionis. Keputusan aneh, selama periode kritis di mana Yordania membutuhkan front internal yang bersatu untuk bersatu," kata juru bicara Ikhwanul Muslimin Jamil Abu Bakar. (Mr/viva)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store