:
:
News
Terkait Penistaan Alquran, Ini Kata MUI, Muhammadiyah dan PBNU

gomuslim.co.id - Aksi demonstrasi yang diwarnai aksi penistaan terhadap kitab suci agama Islam, Alquran, terjadi di Swedia dan Norwegia. Aksi ini menuai kecaman dari seluruh umat islam di dunia. Negara Indonesia, turki dan Pakistan telah menyampaikan protes atas terjadinya aksi penistaan terhadap alquran.

Indonesia sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar dunia turut menyampaikan protes. Tak hanya pemerintah, Majels Ulama Indonesia, PBNU dan Muhammdiyah pun angkat suara terkai hal ini.

 

Baca juga:

Heboh Upaya Pembakaran Kakbah, Ini Penjelasan Pihak Keamanan Arab Saudi

 

Majels Ulama Indonesia meminta pemerintah kedua Negara (Swedia-Nurwegia) untuk menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

"MUI mengutuk keras perilaku vandalisme berupa pembakaran kitab suci Alquran oleh kelompok radikal dengan dalih apapun namanya. Meminta kepada pemerintah dua negara di Skandinavia tersebut agar mengambil tindakan tegas terhadap para pelakunya secara cepat sesuai dengan hukum yang berlaku guna menghindari akses negatif di kemudian hari," kata Waketum MUI, Muhyiddin Junaidi, Senin (31/8/2020).

Muhyiddin mengimbau kepada kaum muslim termasuk di Indonesia untuk menahan diri. Namun, MUI meminta pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi kepada perwakilan kedua negara.

"Kepada kaum muslim dihimbau agar menahan diri dan meningkatkan kewaspadaan tinggi serta menjaga komunikasi dengan pihak keamanan sebagai tindakan anstipasi guna menghindari segala kemungkinan yang terjadi. Pemerintah Indonesia juga diminta agar minta klarifikasi dari duta besar dua negara tersebut. Ini sangat penting untuk mendinginkan suasana," tutur Muhyiddin.

Selain MUI, PP Muhammadiyah juga menyatakan prihatin atas tindakan yang menyinggung suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan kasus bernuansa SARA di Eropa, khususnya Swedia. Kasus tersebut menunjukkan adanya bara dalam sekam dalam masyarakat di beberapa negara Eropa," kata Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, Senin (31/8/2020).

Abdul Mu'ti meminta pemerintah Swedia dan Norwegia memberi penjelasan terkait kasus penodaan kitab suci umat muslim tersebut.

 

Baca juga:

Islamofobia di Eropa Semakin Menguat

 

Disamping itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta masyarakat Indonesia tidak terpancing. "Kalau kemudian timbul kesalahpahaman, lalu ada penodaan dan seterusnya karena mereka tidak paham Islam. Yang sampai kepada mereka adalah gambaran Islam yang lain. Bukan Islam rahmatan lil 'alamin seperti yang kita jalankan di sini," kata Wasekjen PBNU, Senin (31/8/2020).

Dia berharap umat Islam di Indonesia bersikap dewasa dan rasional. Masduki mengatakan situasi ini menjadi tantangan untuk dakwah menyampaikan Islam yang ramah dan moderat. (Mr/detik)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store