:
:
News
Menteri BUMN Pastikan Vaksin COVID-19 Bio Farma Halal, Ini Kata MUI

gomuslim.co.id – Menteri BUMN, Erick Tohir menyambangi PT. Bio Farma guna memastikan vaksin yang di produksi terjamin kehalalannya dan akan mendapatkan sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Erick menjelaskan bahan baku dan sistem produksi yang digunakan untuk melipatgandakan jumlah vaksin ini halal. Katanya, tak hanya vaksin ini saja, namun vaksin lainnya yang diproduksi juga dipastikan memiliki standar yang sama.

“Insya Allah bahan baku vaksin COVID-19 halal,” ungkap Erick Tohir dilansir Warta Ekonomi, Rabu (5/8/2020)

Sementara itu, Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia Lukmanul Hakim mengatakan, LPPOM MUI, Kementerian Agama, Bio Farma, dan Komisi Fatwa MUI telah membentuk tim pengkajian vaksin COVID-19.

Kata dia, saat ini Bio Farma tengah melakukan uji klinis tahap ketiga sebelum memulai proses produksi.

 

Baca juga:

Terkait Vaksin COVID-19, Wapres Ma'ruf Amin Minta MUI Siapkan Fatwa

 

“Setidaknya uji klinis ini memakan waktu enam bulan, jadi Januari 2021 saya harap kita sudah bisa laporkan hasil kajian dan penelitiannya, dan bisa langsung difatwakan di komisi fatwa MUI,” ujar Lukmanul.

Ia menyebut, adapun permintaan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terkait penetapan fatwa halal vaksin COVID-19, Lukman mengatakan, akan dilakukan ketika vaksin sudah selesai diproduksi dan siap digunakan secara masif oleh masyarakat. Kata dia, hingga kini masih ada dua kemungkinan yang dapat terjadi setelah vaksin COVID-19 berhasil diproduksi. 

“Kalau hasilnya halal sudah pasti itu aman dipakai oleh Muslim, tapi kalau pun tidak halal ya nanti akan didiskusikan lagi baiknya bagaimana. Jadi memang masih ada dua kemungkinan,” ujarnya. 

Namun, dia mengingatkan, bahwa COVID-19 merupakan wabah yang telah menelan ribuan bahkan jutaan korban. Adapun status kehalalan vaksin, kata Lukmanul, akan ditinjau berdasarkan tujuan syariah, yaitu menjaga agama, jiwa, harta, keturunan dan pikiran. 

Dalam Kondisi seperti ini, kata dia, pertimbangannya adalah menjaga agama dan menjaga jiwa, kondisinya sudah darurat dan ketika sudah banyak korban, maka menjaga jiwa diutamakan. Namun, tegas Lukman, bukan berarti mengabaikan agama, tapi tetap mencari cara untuk bisa memproduksi vaksin halal. 

"Nah ini jika vaksinnya tidak halal, tapi kalau sudah dapat yang halal ya Alhamdulillah,” kata Lukmanul. 

Dikatakan Lukman, pihaknya saat ini bersama Bio farma dan Kemenkes sedang dalam tahap pengkajian.

"Kami mengkaji dari konteks kehalalannya. Jadi pararel nanti hasilnya. Maka tunggu dulu, karena pengkajian ini masih belum jelas hasil dan kehalalannya, jadi kita tunggu dulu apakah memang vaksin ini halal atau tidak, baru kita keluarkan fatwanya,” pungkasnya. (hmz/pikiranrakyat/dbs/wartaekonomi) 

 

Baca juga:

Terkait Label Halal, MUI Siap Kawal Uji Klinis Vaksin asal China

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store