:
:
News
Pemkot Bekasi Bentuk Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Kurban

gomuslim.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membentuk tim petugas pengawas dan pemeriksaan hewan kurban pada Idul Adha 1441 H. Tim ini dibentuk untuk memastikan agar hewan kurban yang ada di Kota Bekasi terjamin kesehatannya dan salat Idul Adha di tengah pandemi COVID-19 berjalan aman.

Kabag Humas Pemkot Bekasi, Sayekti Rubiah mengatakan, pembentukan tim itu untuk menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Bekasi Dr. Rahmat Effendi Nomor 451/4323-SETDA.Kessos. Isinya tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/ 2020 M menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19. 

Pemkot Bekasi mengimbau warga untuk selalu mengikuti protokol kesehatan selama pelaksanaan salat id dan penyembelihan hewan kurban. “Di antaranya adalah jamaah dalam kondisi sehat, membawa sajadah/alas salat masing-masing, menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer,” kata Sayekti dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2020).

 

Baca juga:

Begini Cara Penjual Hewan Kurban Terapkan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi

 

Ia juga mengimbau warga untuk menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan, menjaga jarak antar jamaah minimal 1 (satu) meter. Selain itu warga diminta untuk tidak melibatkan anak-anak, orang lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap COVID-19 dalam pelaksanaan salat Idul Adha.

Sementara, terkait hewan kurban, tim terbentuk dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, ada dari tim dokter hewan termasuk kelurahan. Tim ini wajib memastikan agar hewan kurban yang dijual sehat dan sesuai syariat Islam.

Tim juga bakal melakukan pengawasan pelaksanaan salat Idul Adha agar sesuai standar protokol kesehatan. Menurut Sayekti, ada 211 petugas gabungan yang terdiri atas Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan 90 orang.

Selain itu, petugas teknis bidang Nakeswan 9 orang, petugas penyuluhan lapangan 6 orang, PDHI cabang Jawa Barat 50 orang dan petugas kelurahan 56 orang. Untuk pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat penjualan hewan kurban telah dilaksanakan sejak 13-30 Juli 2020.

Kemudian mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2020 akan dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat pemotongan. "Jadi benar-benar diperhatikan betul syarat dan proses penyelembelihan hewan kurban. Termasuk jaga jarak saat proses penyembelihan, jangan berkerumun dan yang boleh hanya pantia saja berada di area itu," ucapnya.

Pemkot Bekasi berharap dengan adanya ketentuan-ketentuan tersebut, masyarakat dapat bisa mengikuti dan menjalankan aturan-aturan untuk mencegah tidak munculnya kasus baru COVID-19. Pemerintah mengantisipasi penyebaran penyakit zoonosis berperantara hewan kurban yang berasal dari luar wilayah Kota Bekasi, dan menjamin kesehatan hewan dan ketersediaan daging kurban yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH). (hmz/rls)

 

Baca juga:

Berkah Pandemi, Penjualan Hewan Kurban di Bekasi Meningkat

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store