:
:
News
Pandemi COVID-19, PBNU Tunda Muktamar Ke-34

gomuslim.co.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (15/7/2020) sore.

Dalam kesempatan ini diputuskan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunda Muktamar ke-34 tahun depan. Keputusan itu diambil setelah memperhatikan situasi dan kondisi pandemi COVID-19 yang belum mereda dan memperlihatkan grafik yang terus meningkat dalam kasus per harinya.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menuturkan, kepastian pelaksanaan Munas Alim Ulama akan diputuskan kembali. Sedangkan Muktamar ke-34 NU ditunda tahun depan.

 

Baca juga:

KH Said Aqil: PBNU Akan Selalu Bersama Palestina

 

"Dengan ini PBNU memutuskan Munas-Konbes NU 2020 ditunda dalam waktu yang belum ditentukan. Dan Muktamar ke-34 NU mundur satu tahun ke depan," ucap Kiai Said saat menyampaikan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU yang digelar secara virtual, Rabu (15/7) sore.

Seyogyanya, Munas Alim Ulama dilaksanakan pada 18-19 Maret 2020 lalu di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan Muktamar ke-34 NU sedianya akan dilangsungkan pada 22-27 Oktober 2020 di Provinsi Lampung.

Karena kondisi pandemi COVID-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, PBNU menilai perlu pertimbangan lebih mendalam. Hal itu pula yang mendasari keputusan menunda dua agenda besar warga NU tersebut.

Menurut Kiai Said, meski begitu tempat Munas NU masih dimungkinkan berlangsung di Pesantren Sarang. Kemudian, Provinsi Lampung pun masih menjadi tuan rumah Muktamar ke-34 NU.

"Tempat masih di Pesantren Sarang. Tempat Muktamar juga masih Lampung, hanya saja soal waktu yang mengalami perubahan," jelas Kiai Said.  

PBNU masih terus akan melangsungkan rapat bersama Syuriyah PBNU untuk membahas banyak hal termasuk agenda-agenda besar PBNU ke depan.

 

Baca juga:

PP Muslimat NU Luncurkan Program Dakwah Virtual 2020

 

Secara terpisah, Rais A'am PBNU KH Miftachul Akhyar mengikuti keputusan musyawarah para kiai. Namun, beliau berpesan agar semua keputusan yang dikeluarkan memberikan kemaslahatan bersama. 

Selain itu, penting pula menampung aspirasi kepengurusan NU di seluruh daerah dalam rangka menyikapi informasi tersebut mengingat kepengurusan tanfidiziyah yang berakhir di 2020.

Kiai Miftah berharap jajaran pengurus harian tetap mengedepankan pertimbangan yang matang dalam hal apapun. "Mudah-mudahan ini memberikan kemaslahatan bersama," kata Kiai Miftachul Akhyar. (Mr/NUOnline)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store