:
:
News
Ajak Pengunjung Patuhi Syariat Islam, Ribuan Santri Aceh Gelar Zikir di Pantai

gomuslim.co.id - Ribuan santri yang tergabung dalam Rabitah Santri Se-Aceh (RASSA) menggelar aksi aksi zikir di Pantai Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Ahad (12/7/2020).

Para santri berkumpul di Masjid Desa Pasir Putih, Peureulak, dan seletah shalat Zuhur konvoi bersama menggunakan kendaraan roda empat bak terbuka menuju pantai Leuge.

 

Baca juga:

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar COVID-19, Walisantri Diminta Tenang

 

Dalam konvi tersebut, para santri menyerukan kalimah takbir, dan ayat Alquran, Waqulja Alhaqqu Wazahaqal Bathil, Innal Bathilaka Nazahuqa, serta menyerukan syi'ar kebenaran dengan mengajak wisatawan untuk mematuhi Syariat Islam yang berlaku di Aceh, dan berwisata secara islami.

“Tujuan aksi zikir ini untuk mengajak warga untuk berwisata secara Islami sesuai Syariat Islam. Jadi, kita bukan ingin menutup pantai, maupun melarang warga untuk berwisata,” ungkap Tgk Afdal.

Sebelum aksi zikir ke pantai, digelar, ungkap Tgk Afdal, selain melihat langsung, pihaknya juga sering mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa warga yang berwisata ke pantai tidak mematuhui aturan Syariat Islam, seperti tidak ada pemisahan tempat pemandian, berpakai kurang Islami, pengunjung non muhrim tidak dibatasi, dan bahkan, beberapa waktu lalu viral di media sosial ada sekelompok wanita yang menari-nari di tepi pantai.

“Itulah dasarnya kita menggelar aksi zikir di pantai. Dan sebelum melakukan aksi, kami sudah berkoordinasi dengan Polres Aceh Timur, sehingga aksi zikir juga dijaga pihak keamanan,” ungkap Tgk Afdal.

Tgk Afdal, berharap ke depan lokasi wisata pantai yang dibuka di Aceh Timur tetap menerapkan aturan Syariat Islam bagi pengunjung, sehingga tertib sesuai aturan syariah yang berlaku.

 

Baca juga:

Baitul Mal Aceh Beri Beasiswa 74 Anak Mualaf

 

Contohnya, jelas Tgk Afdal, adanya pemisahan tempat pemandian, antara laki-laki dan perempuan dengan berpakaian secara Islami, dan adanya pemisahan tempat istirahat bagi pengunjung nonmuhrim.

“Kami juga mengapresiasi Pemkab Aceh Timur, yang sudah membangun fasilitas di lokasi wisata pantai seperti pos penjagaan, mushalla, dan lain-lain. Hanya, saja kami berharap jika wisata sesuai aturan syariat Islam telah diterapkan maka pengawasan dan patroli oleh petugas keamanan juga harus ditingkatkan, agar perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada pelanggaran Syariat Islam dapat dicegah,” harap Tgk Afdal. (Mr/serambinews)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store