:
:
News
Bertemu Gubernur Jatim, FKUB Serukan RUU HIP Dicabut

gomuslim.co.id - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (3/7/2020). Dalam pertemuan tersebut, FKUB Provinsi Jatim yang dipimpin Kiai A. Hamid Syarif, dan Wakil Ketua Najib Hamid, menyampaikan surat seruan Moral untuk Perdamaian dan Kerukunan di Jatim. 

Hal ini disampaikan terkait Rancangan Undang - Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sempat memicu sejumlah tanggapan politisi dan tokoh yang menilai tak memiliki urgensi untuk dibahas di masa pandemi.

 

Baca juga:

Ditemui Ketua MPR, PBNU Minta RUU HIP Dicabut dan Diganti Jadi RUU BPIP

 

Kiai A. Hamid Syarif menjelaskan isi surat yang disampaikan ke Gubernur Jatim, yaitu pertama hendaknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) dan Pemerintah untuk segera mencabut dan membatalkan RUU HIP tersebut untuk menjaga kehidupan masyarakat yang damai, tertib, rukun, dan aman.

Kedua, hendaknya para pemimpin majelis - majelis agama selalu dan terus melakukan layanan keagamaan, serta mencegah umat beragama untuk tidak terprovokasi terhadap segala usaha yang memecah belah kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Ketiga, hendaknya semua komponen anak bangsa memusatkan segala tenaga dan pikiran, daya serta upaya untuk menanggulangi pandemi COVID-19 dengan semua dampaknya.

"Kami dari FKUB tidak ingin langsung terlibat dengan permasalahan HIP tersebut. Tapi kami ingin menyeruhkan secara moral kepada Umat beragama untuk tetap menjaga perdamian dan tidak langsung terlibat permasalahan HIP," pinta Hamid ditemui usai rapat dengan Gubernur Jatim.

Terkait rencana Umat Beragama yang akan menggelar aksi pada 7 Juli 2020 besok,  ia mengatakan itu hak masing - masing kelompok untuk menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur atau DPRD Jatim. Tapi pihaknya mengimbau kepada peserta aksi untuk tetap menjaga kondusifitas agar aksinya tersebut berjalan damai, dan aman serta masyarakat yang lain sedang beraktifitas di hari itu juga tidak terganggu. 

"Kami dari FKUB Jatim ini menyampaikan seruan ke Gubernur Jatim ini juga melalui surat resmi, dan kami juga berharap ke Gubernur Jatim untuk menyampaikan surat kami ini ke DPR dan pemerintah pusat," pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, berterima kasih atas kedatangan FKUB di Grahadi. Lebih lanjut kata Gubernur Khofifah, bahwa Menkopolhukam Mahfud MD bersama Forkopimda Jatim juga telah berkeliling dan bertemu Ulama di Madura raya, bahwa Presiden saat ini sudah menyampaikan surat ke DPR untuk membatalkan pembahasan RUU HIP tersebut.

"RUU tersebut sudah dinyatakan untuk ditunda dan dikembalikan ke DPR. Presiden akan fokus ke perang melawan COVID-19 dan belum fokus memikirkan untuk membahas RUU HIP. Maka RUU ini dikembalikan ke DPR supaya dimasukkan ke diskusi-diskusi dengan ormas dan masyarakat,"paparnya.

 

Baca juga:

Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Madura Tolak RUU HIP

 

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Jatim juga mengusulkan kepada FKUB untuk menggelar diskusi HIP secara virtual dengan mengundang pak Menkopolhukam Mahfud MD. "Kalau dari pak Mahfud MD pasti dijelaskan secara gamblang atau gambaran RUU HIP itu,"pintanya.

Selain itu Gubernur Jatim juga menyampaikan, kepada FKUB untuk juga membantu pemerintah mengingatkan ke masyarakat agar menggunakan masker, dan tetap mematuhi protokol kesehatan, agar virus COVID-19 di Jatim bisa dicegah penyebarannya. (Mr/kominfojatim)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store