:
:
News
Unilever Dukung LGBT, MUI Ingatkan Fatwa Haram

gomuslim.co.id – Dukungan Unilever terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ+) telah menuai respon dari berbagai pihak. salah satunya Majelis Ulama Indonesia yang menyayangkan tindakannya tersebut.

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin Abdul Fatah mengingatkan adanya fatwa mengenai lesbian dan gay yang diterbitkan pada enam tahun lalu.

“Fatwa tersebut dikeluarkan pada 31 Desember 2014, dengan nomor 57 tahun 2014 tentang lesbian, gay, sodomi dan pencabulan. Fakta itu jelas LGBT itu Haram,” ungkap Hasanudin dalam keterangannya pada Ahad (29/6/2020).

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberdayaan Umat MUI, Azrul Tanjung menyerukan masyarakat untuk beralih pada produk lain.

“Saya selaku ketua komisi ekonomi MUI akan mengajak masyarakat berhenti menggunakan produk Unilever dan memboikot Unilever,” seru Azrul.

 

Baca juga:

Tegas, Pemerintah Brunei Terapkan UU Rajam bagi Pelaku LGBT

 

Menurut Azrul, kampanye pro-LGBT yang tengah gencar dilakukan Unilever sudah keterlaluan dan sangat keliru. Azrul juga menyayangkan keputusan Unilever untuk mendukung kaum LGBT.

“Saya kira Unilever ini sudah keterlaluan. Kalau ini terus dilakukan, saya kira ormas-ormas Islam bersama MUI akan melakukan gerakan anti-Unilever atau menolak Unilever, dan kita menghimbau masyarakat untuk beralih pada produk lain,” tegasnya. 

Kita akui Unilever ini memang perusahaan terbesar tapi bukan berarti kita tidak bisa beralih ke produk lain, dan sekarang kesempatan bagi produk lain untuk mengambil posisi,” sambungnya.

Sebelumnya, Unilever, perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Belanda, pada 19 Juni lalu resmi menyatakan diri berkomitmen mendukung gerakan LGBTQ+. Hal tersebut disampaikan melalui akun Instagram.

“Kami berkomitmen untuk membuat rekan LGBTQ+ bangga karena kami bersama mereka. Karena itu, kami mengambil aksi dengan menandatangani Declaration of Amsterdam untuk memastikan setiap orang memiliki akses secara inklusif ke tempat kerja,” kata Unilever.

Unilever juga membuka kesempatan bisnis bagi LGBTQ+ sebagai bagian dari koalisi global. Selain itu, Unilever meminta Stonewall, lembaga amal untuk LGBT, untuk mengaudit kebijakan dan tolok ukur bagaimana Unilever melanjutkan aksi ini. (hmz/mui/dbs/rep)

 

Baca juga:

Aliansi Cinta Keluarga: Selamatkan Generasi Anak, Putuskan Mata Rantai LGBT

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store