:
:
News
Gubernur Sumut Bersama Kanwil Kemenag Bahas Pembukaan Pesantren

gomuslim.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menyambangi kantor Gubernur Sumatera Utara guna membahas pembukaan pesantren di wilayahnya karena sempat ditutup akibat pandemi COVID-19.

Plt Kanwil Kemenag Sumut, HM. David Saragih mengatakan, sesuai surat edaran Menteri Agama RI dan Keputusan Bersama Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, sudah waktunya pesantren beroperasi kembali.

“Sesuai SE berisi, bahwa telah diatur bagaimana pembelajaran tatap muka di pesantren dengan mematuhi protokol kesehatan, membentuk gugus tugas, dan kesehatan santri, guru, dan pengurus dengan melampirkan surat kesehatan dan lain sebagainya," ujar David di Medan, Jumat (26/6/2020). 

"Sehingga jika sudah terpenuhi, keputusan 4 Menteri tersebut menyatakan pesantren bisa dibuka,” sambungnya didampingi Kasi Pondok Pesantren dan Mahad Aly Bidang Pakis Kanwil Kemenagsu H. Abdul Azhim.

Sementara itu, Gubernur Sumatera, Edy Rahmayadi menjelaskan, aturan tata kenormalan baru khusus untuk Provinsi Sumatera Utara akan disampaikannya pada 1 Juli mendatang. Saat ini, ia masih merampungkan aturan-aturan dari berbagai tinjauan sehingga Sumut siap menyambut kenormalan baru dalam kehidupan warganya.

 

Baca juga:

Kemenag Sosialisasikan JPH kepada Pemerintah Filipina

 

“Insya Allah akan saya sampaikan 1 Juli nanti. Saat ini kita masih dalam merampungkan aturannya, terutama pada pembelajaran pesantren, kita juga akan atur. Idealnya Pesantren itu harus dengan tatap muka karena pesantren lebih menekankan budi pekerti,” ungkapnya.

Ia juga berterima kasih kepada pimpinan pondok pesantren dan Kanwil Kemenagsu sebagai regulator karena telah mematuhi protokol kesehatan dengan belum dimulainya pembelajaran secara tatap muka di pondok pesantren di Sumatera Utara.

Ia berharap pengurus pondok pesantren tetap mematuhi protokol kesehatan dan sama-sama memikirkan solusi dengan menyediakan fasilitas kesehatan jika pondok pesantren diizinkan untuk dibuka kembali.

“Kita sama-sama mencari solusi untuk menerapkan protokol kesehatan di pondok pesantren masing-masing. Harus dipikirkan sarananya, masker santri dan guru, swab atau rapid tesnya. Banyak sekali yang harus dipenuhi, saya juga tidak mau pesantren malah menjadi kluster baru penyebaran COVID-19, itu yang harus kita antisipasi,” tandasnya.

Untuk diketahui, pertemuan tersebut juga dihadiri Badan Silaturahmi Pondok Pesantren Sumatera Utara (BSPPSU). Pertemuan tersebut membahas pembukaan pondok pesantren di Sumatera Utara yang ditutup sementara akibat pandemi COVID-19. (hmz/kemenag)

 

Baca juga:

Kemenag Masuk Daftar Top 99 Inovasi Layanan Publik

 

Responsive image
Other Article
Responsive image