:
:
News
Bantu Lawan COVID-19, Arab Saudi Kirim Ribuan APD ke Inggris

gomuslim.co.id – Dalam rangka membantu melawan wabah pandemi COVID-19, Arab Saudi mengirimkan ribuan alat pelindung diri (APD) ke Inggris. Inggris pun sangat berterima kasih kepada Arab Saudi atas sumbangan APD tersebut yang diterima oleh National Health Service (NHS) negara itu.

“Inggris dan Kerajaan Saudi akan terus bekerja sama untuk mengatasi pandemi global ini," ujar Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab melalui akun media sosial twitternya, Ahad (14/6/2020).

Seperti dilansir dari publikasi Arab News, Senin (15/6/2020), dikatakan bahwa Pemerintah Inggris telah dikritik sepanjang krisis penyakit coronavirus (COVID-19) karena kurangnya kesiapan, termasuk kekurangan peralatan APD yang tersedia untuk pekerja garis depan di NHS dan di tempat lain, seperti di rumah perawatan.

Banyak anggota keluarga petugas kesehatan yang telah meninggal mengeluh bahwa profesional kesehatan tidak diberikan APD yang memadai karena mereka menangani kasus coronavirus.

 

Baca juga:

Rakhia Ismail, Walikota Muslimah Berhijab Pertama di Inggris

 

Seorang Dokter Muslim Inggris yang telah meninggal karena COVID-19, sebelumnya menulis surat terbuka kepada Perdana Menteri Boris Johnson yang meminta lebih banyak PPE untuk pekerja garis depan dua minggu sebelum kematiannya.

Sedangkan seorang putra berusia 18 tahun dari Abdul Mabud Chowdhury, Intisar Chowdhury, berhadapan dengan Sekretaris Kesehatan Matt Hancock tentang mengabaikan panggilan ayahnya untuk lebih banyak APD.

"Apakah kamu menyesal tidak menganggap keprihatinan ayahku, kekhawatiran adik perempuanku yang berusia 11 tahun, cukup serius bagi ayahku sehingga kita semua hilang?" ungkap Intisar Chowdhury bertanya pada Hancock di sebuah acara radio lokal.

Hancock pun menjawab dengan meminta maaf atas kematian Chowdhury dan memuji remaja itu atas keberaniannya. "Intisar, aku benar-benar minta maaf tentang kematian ayahmu dan aku telah melihat komentar yang kamu buat dan apa yang kamu katakan di depan umum dan aku pikir itu sangat berani dari kamu," katanya.

Diketahui, Inggris memiliki jumlah kematian akibat virus corona terbanyak ketiga setelah Amerika Serikat dan Brasil, sesuatu yang dikritik oleh pemerintah mencerminkan tanggapannya terhadap krisis.

Sedangkan bedasarkan data pemerintah yang dirilis pada hari Ahad (14/6/2020) kemarin, korban tewas Inggris dari kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pun naik 36 menjadi 41.698 pada 1600 GMT pada Sabtu (13/6/3030). (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Cerita Inspiratif Petugas Kesehatan di Makkah saat Ibu dan 12 Keluarganya Terpapar COVID-19

Responsive image
Other Article
Responsive image