:
:
News
2.550 Anggota Jamaah Tabligh Dilarang Masuk India Hingga 10 Tahun ke Depan

gomuslim.co.id - Pemerintah India memberlakukan larangan masuk bagi 2.550 aktivis Jamaah Tabligh asing yang mengikuti kegiatan kegiatan keagamaan di Nizamuddin pada bulan Maret lalu. Mereka dipastikan tidak akan dapat menerima visa apa pun untuk 10 tahun ke depan. 

Dilansir dari Sputnik News, Jumat (5/6/20/2020), keputusan itu muncul karena sekitar 50-60% dari kasus COVID-19 di sebagian besar negara bagian India diklaim berasak dari aktivis Islam atau kontak dengan Jamaah Tabligh.

Pada 16 Maret 2020, Jamaah Tabligh menyelenggarakan pertemuan keagamaan selama tiga hari di sebuah masjid di daerah Nizamuddin. Daerah tersebut merupakan kawasan padat penduduk di Delhi India.

 

Baca juga:

Enam Jamaah Tabligh Akbar di Masjid Nizamuddin New Delhi Meninggal Akibat Corona

 

Sebelumnya pada bulan April 2020, Kementerian Dalam Negeri (MHA), memasukkan 960 orang asing ke dalam daftar hitam karena melanggar norma-norma visa karena mereka telah memasuki negara itu dengan visa turis tetapi berpartisipasi dalam sebuah kongregasi religious.

Menurut pejabat pemerintah, sekitar 820 orang asing dan beberapa ratus lainnya yang ambil bagian dalam jemaah itu bubar ke berbagai bagian negara itu sementara sekitar 2.300 orang tetap tinggal termasuk 250 warga negara asing di masjid di daerah Nizamuddin New Delhi.

Wakil kepala Manish Sisodia Delhi mengatakan bahwa orang-orang yang tinggal diungsikan dievakuasi dari gedung tempat para pengkhotbah Islam dinyatakan positif COVID-19. 617 dari 2.300 dirawat di rumah sakit dan sisanya dikarantina.

 

Baca juga:

154 Terpapar Corona, Pakistan Karantina 20.000 Pengikut Acara Jamaah Tabligh

 

Kementerian dalam negeri India juga menyarankan negara-negara bagian untuk melacak pergerakan para Jamaah Tabligh itu di daerah mereka karena sejumlah besar pekerja ini adalah pembawa COVID-19.

Sepanjang tahun, umat Islam dari seluruh negeri dan luar negeri mengunjungi Markaz untuk tujuan keagamaan dan bergerak dalam kelompok ke berbagai bagian India untuk kegiatan keagamaan. (Mr/SputnikNews)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store