:
:
News
Longgarkan Kebijakan Lockdown, Saudi Jalani Konsep Baru dengan Social Distancing

gomuslim.co.id –  Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan pelonggaran kebijakan lockdown pada Ahad (31/5/2020) mendatang. Bahkan, kebijakan jam malam dan aktivitas kota di semua wilayah Kerajaan juga akan mereda dan kembali diizinkan, kecuali di Makkah.

Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq Al-Rabiah mengatakan, keputusan pelonggaran kebijakan lockdown tersebut memang sudah diterapkan secara bertahap. "Fase-fase dimulai secara bertahap sampai kita kembali normal, dengan konsep baru berdasarkan jarak sosial,” ungkapnya seperti dilansir dari publikasi Arab News, Selasa (26/5/2020).

Ia menambahkan bahwa langkah pencegahan yang diambil oleh Kerajaan pada awal wabah telah membantu membatasi penyebaran virus. Maka dari itu, saat ini, kementerian telah mengembangkan rencana untuk fase selanjutnya yang bergantung pada dua faktor utama, yakni kapasitas sistem perawatan kesehatan untuk mengatasi kasus-kasus kritis, dan perluasan pengujian untuk mengidentifikasi infeksi baru sesegera mungkin.

Sementara itu, Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengungkapkan optimismenya terhadap kehidupan baru ditengah wabah pandemi virus corona terhadap kerajaan. "Kondisi buruk akan berlalu, insya Allah, dan kami menuju yang baik, insya Allah,” ungkapnya optimis.

 

Baca juga:

Arab Saudi Perlonggar Aturan Lockdown, Masjid-Masjid Segera Dibuka

 

Diketahui, Arab Saudi akan melonggarkan kebijakan aturan lockdown yang berarti kebijakan jam malam 24 jam penuh di Kerajaan akan dilonggarkan mulai pukul 3 hingga 6 pagi hingga hari Minggu, setelah itu jam akan berubah menjadi 8 malam sampai 6 pagi. Kecuali wilayah Makkah yang akan tetap ter-lockdown selama 24 jam penuh.

Bahkan dikatakan bahwa pada 21 Juni mendatang, semua jam malam di Kerajaan akan dicabut dan salat di masjid Makkah akan diizinkan. Namun sebelum itu, pedoman jarak sosial tetap harus dipatuhi dan pertemuan lebih dari 50 orang akan tetap dilarang.

Pihak berwenang juga telah mengizinkan aktivitas karyawan di kementerian, lembaga pemerintah dan perusahaan sektor swasta, dan kembalinya kegiatan kantor mereka.

Beberapa kegiatan ekonomi dan komersial juga akan diizinkan untuk dilakukan termasuk di toko grosir dan eceran, serta mal dan kafe juga akan diizinkan beroperasi.

Namun, sejumlah sektor pekerjaan di mana aturan jarak sosial lebih sulit untuk dicapai seperti salon kecantikan, tukang cukur, klub olahraga dan kesehatan, pusat rekreasi dan bioskop akan tetap ditutup. Termasuk ziarah umrah dan penerbangan internasional tetap akan ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sebelumnya, Kerajaan mencatat 2.235 kasus baru COVID-19 pada hari Senin, dengan total menjadi 74.795, dan jumlah kematian meningkat sembilan menjadi 399. Di seluruh dunia virus ini telah menginfeksi lebih dari 5,5 juta orang dan menewaskan hampir 350.000. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Jamaah Terbatas, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Tetap Gelar Salat Id

Responsive image
Other Article
Responsive image