:
:
News
Kasus Corona Meningkat, 15.000 Pengungsi Rohingya Dikarantina di Bangladesh

gomuslim.co.id - Sekitar 15.000 pengungsi Rohingya kini dikarantina di kamp-kamp pengungsian besar di Bangladesh. Pasalnya, jumlah kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi terjadi di kamp pengungsian kini meningkat menjadi 29 kasus. Kata otoritas Bangladesh, Senin (25/05/2020).

Para ahli kesehatan telah lama memperingatkan bahwa penyebaran virus corona di pemukiman yang menampung hampir satu juta muslim Rohingya itu dapat terjadi dengan sangat cepat. 

Para pejabat sejatinya telah memberlakukan pembatasan pergerakan di area kamp pengungsian pada April lalu. Namun, kasus pertama kemudian terdeteksi pada pertengahan Mei 2020.

 

Baca juga:

Satu Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terpapar COVID-19

 

“Tidak ada kasus infeksi tersebut yang parah. Sebagian besar pasien tidak menunjukkan gejala apa pun. Meski begitu, kami telah membawa mereka ke pusat isolasi dan mengkarantina keluarga mereka,” kata Toha Bhuiyan, seorang pejabat kesehatan senior di daerah Cox’s Bazar kepada AFP.

Jalan-jalan sempit ke tiga distrik di kamp pengungsian, tempat sebagian besar kasus infeksi terdeteksi, juga telah ditutup oleh pihak berwenang, kata Bhuiyan menambahkan.

15.000 pengungsi Rohingya yang tinggal di dalam kamp kini menghadapi pembatasan pergerakan lebih lanjut. Hal itu terjadi ketika para relawan kemanusiaan mengungkapkan kekhawatiran mereka akan infeksi virus corona di kamp-kamp pengungsian. Pasalnya, mereka bekerja tanpa perlindungan yang memadai. Dua daerah yang diisolasi berada di kamp Kutupalong, rumah bagi sekitar 600.000 Rohingya. 

“Kami berusaha meningkatkan pengujian secepat mungkin untuk memastikan bahwa kami dapat melacak semua orang yang terinfeksi virus dan yang mengalami kontak dengan mereka. Tujuh pusat isolasi dengan kapasitas untuk mengobati lebih dari 700 pasien COVID-19 juga telah disiapkan," katanya. 

Mahbubur Rahman, kepala pejabat kesehatan Cox’s Bazar, mengatakan pihak berwenang berharap jumlah tes yang sebelumnya 188 setiap hari, dapat digandakan pada minggu ini.

Dia mengatakan pembatasan lebih lanjut untuk masuk ke kamp-kamp pengungsian telah diberlakukan, termasuk karantina 14 hari bagi siapa pun yang datang dari Dhaka.

“Kami sangat khawatir karena kamp-kamp Rohingya sangat padat. Kami menduga penularan virus dalam komunitas telah dimulai,” kata Rahman kepada AFP.

Bangladesh pada Senin (25/05/20), mencatat rekor harian lonjakan kasus virus corona, yaitu 1.975 kasus infeksi baru. Lonjakan tersebut menjadikan total kasus positif COVID-19 di Bangladesh sebanyak 35.585 kasus dengan 501 kematian.

Sebelumnya pada awal April, otoritas Bangladesh memberlakukan penutupan total di distrik Cox’s Bazar setelah sejumlah kasus infeksi corona terdeteksi. Distrik ini adalah rumah bagi 3,4 juta orang termasuk para pengungsi Rohingya. 

 

Baca juga:

Pengungsi Muslim Rohingya di India Teracam Kelaparan Akibat Aturan Ini

 

Tetapi seorang pekerja dari salah satu organisasi bantuan kemanusiaan yang aktif di kamp pengungsian tersebut mengatakan pada Senin (25/05/20) bahwa ia dan pekerja lainnya “sangat khawatir”.

“Ketakutan dan kepanikan telah mencengkeram para pekerja karena banyak dari kita dipaksa bekerja tanpa  perlindungan yang memadai,” katanya kepada AFP tanpa ingin disebutkan namanya.

“Jarak sosial hampir tidak mungkin terlaksana di kamp pengungsian yang padat. Selain itu, hanya ada sangat sedikit kesadaran tentang penyakit COVID-19 di antara para pengungsi , meskipun ada upaya dari lembaga-lembaga bantuan,” tambahnya.

Kurangnya informasi diperburuk oleh pihak berwenang setempat yang memutus akses internet. Alasannya, kata mereka untuk memerangi para penyelundup narkoba dan penjahat lainnya. (Mr/dw)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store