:
:
News
Peduli Marbot Muda, Pemuda Hidayatullah Bagikan ‘Kado Lebaran’

gomuslim.co.id – Pemuda Hidayatullah menaruh perhatian kepada para pemuda yang menjadi marbot masjid melalui program Kado Lebaran untuk Marbot Muda (KLMM).

"Bagi kami di Pemuda Hidayatullah, apa yang dilakukan para pemuda dengan tetap menjadi marbot masjid ini adalah sebuah pilihan hebat dan patut kita dukung agar kelak mereka bisa menjadi pencerah umat yang menebar kebaikan," ujar Koordinator Program KLMM Pemuda Hidayatullah, Hanifuddin Chaniago, Selasa (19/5/2020) kemarin.

Ia menambahkan, program ini adalah wujud pedulian umat kepada kaum muda yang diamanahkan melalui crowdfunding Pemuda Hidayatullah, yakni www.pemuda.org.

Selain memberikan dampak di seluruh sektor akibat dari pada wabah pandemi COVID-19 terhadap masyarakat di tanah air, menjadikan sebagian pemuda yang masih tercatat sebagai mahasiswa pun harus berhadapan dengan kondisi sulit secara ekonomi.

"Kalau pulang, melanggar anjuran untuk di rumah saja. Kalau di sini, ya, harus sabar dan tawakkal," ungkap salah seorang mahasiswa yang aktif menjadi marbot muda Masjid Ummul Quro Depok, Jawa Barat, Ilham Ahmad ketika menerima KLMM dari Pemuda Hidayatullah.

 

Baca juga:

Peduli Marbot, Polres Metro Bekasi Kota Salurkan Bantuan Paket Sembako Selama Ramadan

 

Ia mengungkapkan, sebagai mahasiswa ekonomi, biasanya ia mendapatkan penghasilan tambahan dengan beragam kegiatan, mulai dari privat anak-anak sekolah hingga mengajar Alquran. Namun kini semua terhenti sejak wabah pandemi COVID-19.

"Kalau minta orang tua tidak mungkin. Biasanya tidak minta, kok tiba-tiba nelepon lalu mengeluh minta uang," ungkap Ilham.

Meski demikian, Ilham pun memilih tawakkal dengan menekuni tugas sebagai marbot masjid yang setiap hari membersihkan masjid, menyiapkan buka puasa dan sahur jamaah yang jumlahnya pun hanya pengurus masjid saja.

Hal senada juga dialami oleh seorang pemuda asal Papua Barat, Muslim Wambea yang sehari-hari bersama Ilham. "Saya tidak mungkin pulang juga. Biaya ke  Papua  mahal. Jadi saya sabar saja jalani semua ini dengan jadi marbot masjid," ungkapnya.

Seperti itu pula yang dirasakan oleh pemuda asal Poso, Fadhli Rasyid  yang memilih tetap tinggal di Depok demi kuliahnya ke depan. "Saya yakin, ini pasti berlalu. Walau rasanya ingin sekali pulang, bertemu keluarga. Tapi di sini saya harus berjuang. Bagi saya ini kesempatan baik untuk mengabdi kepada Allah dengan menjadi marbot masjid yang dapat diandalkan," pungkasnya. (mega/Rep)

 

Baca juga:

PLN Bekasi Bagikan 1 Ton Beras untuk Guru Ngaji dan Marbot Masjid

Responsive image
Other Article
Responsive image