:
:
News
MUI Jatim Anjurkan Salat Idul Fitri di Masjid Saat Pandemi COVID-19, Ini Syaratnya

gomuslim.co.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menganjurkan masyarakat tetap melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri di masjid meski dalam situasi pandemi COVID-19. MUI Jatim memiliki alasan khusus mengeluarkan anjuran tersebut. 

Menurut Sekretaris MUI Jatim, Ainul Yaqin keputusan ini didasarkan analisis kebijakan yang telah disusun oleh MUI untuk pelaksanaan ibadah secara umum di tengah Pandemi COVID-19.

Sehingga bukan hanya berlaku untuk Salat Idul Fitri saja, melainkan juga Salat Jumat, Salat Rawatib, maupun Tarawih serta ibadah lainnya. "Substansinya orang komit dengan protokol COVID-19. Physical distancing, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir. Kalau pakai masker kan supaya tidak ada droplet ke orang lain sebagai sarana penularan, sehingga kalau sudah pakai masker aman," kata Ainul.

 

Baca juga:

MUI Keluarkan Fatwa Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi

 

Meski menganjurkan Salat Idul Fitri berjamaah di masjid, MUI Jatim justru melarang untuk menggelar di lapangan. "Kami menganjurkan di masjid tetap dilaksanakan, tapi tidak usah di lapangan supaya lebih mudah pengendalian jamaahnya," kata Ainul, Kamis (14/5/2020).

Menurut Ainul, jika salat Idul Fitri dilaksanakan di masjid maka konsentrasi massa jamaah bisa terbagi di setiap masjid di masing-masing lingkungan.

Namun jika di lapangan, massa yang terkumpul akan lebih besar dan sulit untuk dikendalikan. "Yang ikut salat semua diharuskan memakai masker. Nah kalau salat Idul Fitrinya di lapangan,  susah untuk memastikan kalau di masjid lebih gampang karena jamaahnya lebih kecil," lanjutnya.

Ainul juga menganjurkan agar khutbah dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri diperpendek. "Khotbah idul Fitri 10 menit saja tidak usah panjang-panjang. Jadi syiar tercapai, syariat ditegakkan, angka COVID-19 juga turun, sehingga semuanya akan kena. Setahun sekali Idul Fitri itu, kalau nunggu idul Fitri setahun lagi," ungkapnya.

MUI Jatim juga tidak melarang masyarakat takbir keliling malam Lebaran. Baik menggunakan mobil maupun dari masjid.

"Kami menyerukan kepada umat Islam di Jatim untuk menyambut Idul Fitri 1441 H dengan membaca takbir baik di masjid, musala, kantor, di jalan, di rumah sakit, di tempat tinggal, dan lain-lain. Bisa dilakukan dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan) sebagai wujud syukur kepada Allah SWT, mewujudkan syi'ar Islam dan melaksanakan kesunnahan," kata Ainul Yaqin kepada detikcom, Senin (18/5/2020).

Dalam kondisi pandemi COVID-19, kata Ainul, takbir masih dimungkinkan untuk dilaksanakan. Asal sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19.

"Mengingat bahwa saat ini dalam suasana menghadapi musibah COVID-19, pelaksanaan takbir dapat diatur. Untuk takbir keliling masih dimungkinkan untuk dilaksanakan dengan beberapa orang saja dalam satu mobil dengan tetap menjaga physical distancing di dalam mobil dan tetap menggunakan masker," jelas Ainul.

 

Baca juga:

PWNU Jatim Keluarkan Surat Imbauan Pelaksanaan Salat Idul Fitri Berjamaah

 

"Sedangkan takbir di masjid dan musala bisa dilaksanakan oleh beberapa orang saja dengan tetap dijaga adanya kerumunan orang banyak. Selebihnya takbir bisa didengungkan di rumah-rumah," lanjutnya.

MUI Jatim menegaskan bagi masyarakat yang berstatus sakit, PDP, ODP atau yang positif COVID-19, diminta tidak ikut takbir keliling juga Salat Idul Fitri berjamaah di masjid atau musala.

"Mereka yang terpapar atau sakit bisa melakukan Salat Idul Fitri sendiri di tempatnya, termasuk di tempat menjalani karantina," ujarnya.

Tak lupa, MUI Jatim menjabarkan tata pelaksanaan Salat Id secara berjamaah dilakukan seperti biasa dengan khutbah Idul Fitri. Bagi yang tidak bisa berjamaah dapat melakukan salat sendiri tanpa ada khutbah.

"Sedapat mungkin pelaksanaan salat secara berjamaah dilakukan secara cepat dengan cara memperpendek khutbah dan memilih bacaan surat-surat pendek," kata Ainul.

"Menyerukan kepada khatib di mana pun untuk membacakan doa dalam khutbahnya, meminta segera dibebaskan dari wabah COVID-19," imbuhnya.

MUI Jatim juga menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk mempertebal keimanan kepada Allah SWT agar menjadikan musibah COVID-19 sebagai sarana muhasabah serta menyikapinya secara seimbang, antara sikap sabar dan tawakkal, serta ikhtiar lahir dan batin. (Mr/tribun/detik)

Responsive image
Other Article
Responsive image