:
:
News
Gerejanya Pernah Dibom, Mantan Pendeta Ini Justru Masuk Islam

gomuslim.co.id - Seorang mantan pendeta bernama Ibnu Mas’ud (55) kini mempunyai kehidupan berbeda. Setelah masuk Islam, Ibnu kini menyibukkan diri membersihkan sampah yang berserakan di makam keluarga pondok pesantren Al Hasani, Desa Jatimulyo, Alian Kebumen Jawa Tengah.

Pria yang berprofesi sebagai tukang kebun sekolah ini tak segan memungut sampah atau barang rongsokan untuk dijual kembali.

Hal yang ia kerjakan tersebut sangat bertolak belakang dengan kehidupannya dulu. Padahal, dulunya Ibnu Mas’ud adalah golongan masyarakay yang bergelimang harta saat masih menjadi pendeta di sebuah gereja di Mojokerto, Jawa Timur.

 

Baca juga:

Mantan Pastor Putuskan Jadi Mualaf Setelah Melihat Keindahan Islam

 

“Aktivitas saya sekarang azan di masjid, membersihkan makam, jadi tukang kebun dan memungut rongsok di tempat sampah,” kata Ibnu Mas’ud seperti dilansir Suara, Selasa (19/5/2020).

Kehidupan pria mualaf ini berubah sejak memutuskan masuk agama Islam. Ia pun rela meninggalkan segala urusan dunia, termasuk istri dan anaknya yang tidak setuju masuk Islam.

Sebelum memeluk Islam, Ibnu Mas’ud memiliki nama Agus Setiyono. Ia memperoleh hidayah usai melihat bintang berbentuk lafadz Allah dengan aksara Arab di suatu tengah malam.

Merasa hal itu merupakan petunjuk kebenaran. Ia pun mantap masuk Islam. Setiyono pun kemudian disarankan untuk mempelajari Islam di Ponpes Lirboyo Kediri.

Akhirnya, Setiyomo mengucapkan dua kalimat syahadat di Ponpes tersebut di bawah bimbingan KH Idris Marzuki saat masih hidup.

Usai mengucapkan syahadat, Setiyono mengganti namanya menjadi Ibnu Mas’ud. “Setelah syahadat, saya diajari wudu, membaca alif baa ta, salat yang benar. Dari situ saya menjalankan tata krama Islam dengan baik,” ujarnya.

Keputusan pendeta itu masuk Islam sempat ditentang kalangannya. Ia bahkan mengaku sempat mendapat ancaman. Namun siapapun tak bisa menggugat keputusannya. Mas’ud memutuskan meninggalkan kota dan orang-orang yang sempat berhubungan dengannya, termasuk keluarga. Ibnu Mas'ud pun meninggalkan anak istri karena menolak ajakannya masuk Islam.

Ibnu Mas'ud tak lagi memegang handphone untuk memutus kontak dengan kenalannya. Dari Jawa Timur, ia hijrah ke sebuah desa di Kecamatan Alian Kebumen Jawa Tengah. Di sana ia memperdalam pengetahuan Islam di Pondok Pesantren Al Hasani pimpinan Kyai Asyhari Muhammad Al Hasani yang juga Ketua Pagar Nusa Kebumen. Ia bertemu Kyai Asyhari sewaktu di Lirboyo hingga memutuskan ikut ulama itu pulang ke Kebumen atas restu KH Idris Marzuki.

Tiga tahun menimba ilmu di pesantren membuat pengatahuan agama Mas'ud terus bertambah. Ia yang telah
matang belajar teologi Kristen hingga menjadi pendeta, kini harus mulai nol lagi untuk mempelajari Islam.

"Alhamdulillah pengetahuan bertambah. Kegiatan istigasah, mujahadah saya ikuti. Kitab kuning saya pelajari," kata Ibnu Mas'ud.

Semakin dalam pengetahuannya tentang Islam, hatinya semakin mantab. Agama Islam ternyata tak seperti bayangannya dulu sebelum menjadi mualaf, yakni keras dan menakutkan.

 

Baca juga:

Begini Kisah Mantan Pendeta AS yang Masuk Islam Karena Keramahan Muslim Saudi

 

Agama Islam mengajarkan kedamaian serta akhlak karimah. Bukan radikalisme sebagaimana dicitrakan selama ini. Ia kini tahu aksi teror hanyalah ulah oknum yang membawa nama agama untuk menghalalkan tindakannya.

Sebelum masuk Islam, Ibnu Mas’ud ternyata punya pengalaman tentang kejahatan terorisme yang sempat mengancam nyawanya. Gerejanya pernah dibom saat ia dan umat Kristiani lain menjalankan peribadatan Natal.

Ibnu Mas’ud yang kala itu masih menjadi pendeta ikut lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Peristiwa tersebut bahkan menewaskan seorang anggota Banser NU yang sedang berjaga mengamankan gereja.

Ibnu Mas’ud berhasil selamat dari insiden itu, meski ada jemaat yang luka karena terkena puing ledakan. Kendati selamat, insiden itu melahirkan trauma mendalam bagi Ibnu Mas’ud. Namun, ia sama sekali tak membenci umat Muslim, malah memutuskan untuk memeluk agama Islam. (Mr/suara)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store