:
:
News
Cukup Lewat SMS, Keluarga Rentan di Tunisia Dapat Bantuan Makanan Gratis

gomuslim.co.id – Sebuah LSM Tunisia mendirikan sebuah bank makanan yang memberikan bantuan melalui SMS kepada sekitar 300 keluarga rentan yang membutuhkan karena pandemi coronavirus.

Inisiatif tersebut diluncurkan pada akhir April 2020 lalu bertepatan dengan dimulainya bulan suci Ramadan. Program ini menargetkan keluarga yang kehilangan pekerjaan karena kebijakan lockdown oleh Pemerintah Tunisia untuk menahan penyebaran virus.

Salah seorang anggota LSM, Aisha Zakraoui berharap inisiatif ini akan tumbuh untuk menjangkau keluarga yang lebih membutuhkan di Tunisia. LSM ini juga bertujuan untuk membantu keluarga menjadi lebih mandiri melalui pelatihan keterampilan seperti menanam sayuran atau membuat roti untuk dijual.

“Tujuan kami adalah memberikan bantuan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan dan sebagai gantinya mereka setuju untuk mengambil bagian dalam inisiatif yang bertujuan mengintegrasikan mereka secara sosial dan profesional,” ujar Zakraoui seperti dilansir dari publikas Arab News, Ahad (10/5/2020).

Sementara itu, seorang petugas kebersihan, Messaouda Raouafi (49) yang terpaksa tinggal di dalam rumah menerima bantuan tersebut mengaku kehilangan pekerjaan akibat dampak dari kebijakan lockdown. "Karena Ramadan dan lockdown, saya tidak bisa lagi bekerja. Saya tidak bisa membersihkan rumah dan mendapatkan uang untuk memberi makan tujuh anak saya,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa keluarganya termasuk di antara 300 yang dipilih oleh kementerian Urusan Wanita dan memberi sinyal kepada LSM yang dikenal sebagai "Banque Alimentaire Durable" atau Bank Makanan Berkelanjutan.

 

Baca juga:

Menteri Kesehatan Saudi: Skirining Massal Efektif Ungkap Penyebaran COVID-19

 

Di bawah inisiatif ini, Raouafi menerima kode melalui pesan teks yang memungkinkannya untuk menghabiskan 40 hingga 60 dinar Tunisia (sekitar $  21-32) setiap minggu di toko bahan makanan khusus. Dengan uang itu, Raouafi telah mampu membeli barang-barang pokok seperti minyak, susu, kopi dan tepung.

Lainnya, seorang wanita yang mengelola toko kelontong di distrik kelas pekerja Kram, Farah mengungkapkan bahwa dirinya termasuk di antara mereka yang mendaftar untuk ikut serta dalam proyek tersebut. "Uang itu dikirim kepada kami sebelumnya. Dengan cara itu klien dapat membeli apa yang mereka inginkan dengan dana yang dialokasikan untuk mereka," ungkapnya.

Farah mengatakan, ini bekerja jauh lebih baik daripada memungkinkan pelanggan untuk membeli secara kredit, sebuah sistem yang mengambil korban pada keuangannya sendiri. “Di daerah kami ada banyak keluarga miskin dan pengangguran,” imbuhnya.

Diketahui, sebelum wabah virus, Tunisia telah berjuang dengan kesulitan ekonomi dan sosial yang telah memburuk sejak negara itu menerapkan lockdown pada bulan Maret untuk memerangi pandemi.

Pemerintah memperkirakan bahwa ada dua juta dari 11,5 juta penduduk Tunisia membutuhkan bantuan keuangan selama masa itu. Pada bulan Maret dan April, pemerintah pun memberikan 200 dinar darurat kepada keluarga rentan.

Tunisia, yang secara resmi menyatakan 1.000 kasus virus corona baru termasuk 45 kematian, mulai mengurangi pengunciannya pada 4 Mei. Pada hari-hari awal tindakan penahanan, beberapa ratus warga Tunisia telah berdemonstrasi di distrik kelas pekerja di ibukota menuntut dukungan pemerintah dan memprotes lockdown. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Pantau Pergerakan Warga Saat Jam Malam, Saudi Luncurkan Aplikasi ‘Tawakkalna’ 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store