:
:
News
Menhub Izinkan Semua Moda Transportasi Beroperasi, Tapi Mudik Lebaran Tetap Dilarang

gomuslim.co.id – Keputusan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang melonggarkan kembali pembatasan perjalanan dengan membuka izin operasi sejumlah mode transportasi di tengah darurat Corona, menuai polemik. Pasalnya, keputusan itu dapat digunakan masyarakat untuk melakukan mudik lebaran 2020 di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Merespon hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menekankan bahwa mudik bukan hal yang dikecualikan dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang.

"Mudik bukanlah yang dikecualikan dalam pembatasan perjalanan. Artinya, mudik tetap dilarang," kata Pratikno melalui pesan singkat, Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, SE Gugus Tugas No.4/ 2020 adalah penjelasan teknis Permenhub No.25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, yang memberikan pengecualian pembatasan perjalanan.

 

Baca juga:

Di Bogor, Pelanggar PSBB Dihukum Baca Alquran

 

Dia menyampaikan SE Gugus Tugas tersebut menjelaskan yang dikecualikan dalam pembatasan perjalanan tersebut adalah untuk mereka-mereka yang memiliki keperluan yakni:

1. Orang-orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan kegiatan seperti; pelayanan percepatan penanganan COVID-19 ; pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum; pelayanan kesehatan; pelayanan kebutuhan dasar; pelayanan pendukung layanan dasar; dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

2. Perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.

3. Repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), WNI, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai ketentuan yang berlaku. 

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian mengatakan semua tidak boleh mudik kecuali seperti yang disebutkan dalam surat edaran. 

"Jadi pernyataan itu hanya dibaca transportasi diaktifkan kembali lalu persepsinya mudik diperbolehkan, saya mau meluruskan jadi tidak diperbolehkan. Tetap pembatasan, tetap pemberlakuan protokol kesehatan. Jadi yang boleh melakukan perjalanan hanya yang diatur dalam surat edaran ketua Gugus Tugas COVID 19," tutur Donny. (hmz/rls/ant/dbs)

 

Baca juga:

Cegat Pemotor yang Nekat Mudik Lebaran, Polres Metro Bekasi Minta Putar Balik

Responsive image
Other Article
Responsive image