:
:
News
Islamofobia di India Kian Parah, Kuwait Minta OKI Turun Tangan

gomuslim.co.id – Kuwait meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk turun tangan mengatasi sentimen anti-Muslim di India. Desakan ini merupakan respons atas konflik horizontal di India yang banyak menewaskan Muslim pada Februari lalu.

Sekretariat Jenderal Dewan Menteri Kuwait dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Senin (27/4/2020) kemarin menyatakan keprihatinan mendalam tentang perlakuan terhadap Muslim India. Lembaga itu juga menyerukan OKI untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan mendesak untuk menjaga hak-hak Muslim di sana.

Seorang Menteri di Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Kuwait, Abdullah al-Shoreka menegaskan bahwa sudah waktunya bagi Muslim untuk angkat bicara. Menurutnya saat ini, umat muslim harus mulai bersuara menentang penganiayaan terhadap saudara seagamanya.

"Apakah mereka yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan kepada Muslim di India dan melanggar hak-hak mereka berpikir Muslim di dunia akan tetap diam tentang kejahatan ini dan tidak bergerak secara politik, hukum dan ekonomi terhadap mereka?" ujar al-Shoreka seperti dilansir dari publikasi Middle East Eye, Rabu (29/4/2020).

 

Baca juga:

Diskriminasi Terhadap Muslim India Makin Memprihatinkan Setelah COVID-19 Mewabah

 

Pernyataan tersebut merupakan kelanjutan dari respons Kuwait pada bulan Maret lalu terkait persoalan di India. Kuwait sebelumnya menyampaikan kekhawatiran tentang perlakuan terhadap Muslim di negara itu.

Pemicunya adalah kerusuhan yang terjadi pada Februari lalu di Delhi, India. Kerusuhan itu adalah konflik horizontal paling berdarah di India yang menewaskan puluhan orang dengan mayoritas korban jiwa adalah Muslim. 

Kerusuhan itu terjadi setelah disahkannya undang-undang kewarganegaraan baru India yang diusung Pemerintahan Perdana Menteri Nerendra Modi. Undang-undang kontroversial itu dinilai telah mengecualikan Islam dan merusak prinsip sekularisme di India.

Selain itu, Muslim juga dijadikan subjek teori konspirasi terkait penyebaran virus corona di India. Anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa muncul dalam wawancara yang menggambarkan pertemuan umat Islam bulan lalu di New Delhi sebagai 'terorisme corona'. Pemerintah menyalahkan pertemuan itu sebagai pemicu penularan corona. (mga/MiddleEastEye)

 

Baca juga:

Begini Kisah Muslimah Korban Kerusuhan New Delhi yang Kini Produksi Masker

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store