:
:
News
Jaga Silaturahim Selama Ramadan, KBRI London Manfaatkan e-Ifthar

gomuslim.co.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk London, Inggris memanfaatkan e-Ifthar sebagai sarana untuk tetap menjaga silaturahmi selama bulan Ramadan ditengah wabah pandemi COVID-19 yang masih mengancam umat manusia di hampir seluruh dunia.

Wakil Duta Besar RI London, Adam M Tugio mengatakan bahwa sebelumnya, Pemerintah Inggris dan London Central Mosque telah mengimbau dan meminta kepada masyarakat Muslim Indonesia di Inggris untuk melakukan ibadah di kediaman masing-masing guna mencegah penyebaran dan penularan COVID-19.

Meski demikian, hal tersebut membuat sejumlah masyarakat Indonesia dapat mengambil hikmah positif dari situasi karantina wilayah (lockdown) di Inggris dengan tetap tinggal di rumah dan saling melindungi dan mencegah penyebaran COVID-19 lebih luas. Hal itu juga dinilai akan memperkuat kebersamaan bersama keluarga sambil terus produktif melakukan aktifitas pekerjaan.

"Biasanya pada akhir pekan di bulan Ramadan, KBRI London mengadakan acara buka puasa bersama dengan mendatangkan penceramah dari luar, namun kali ini KBRI London memulai kegiatan secara virtual, yaitu e-Ifthar," ujar Adam.

Adam menjelaskan, masyarakat Indonesia di Inggris sebelumnya telah mengawali ibadah puasa sesuai dengan jadwal puasa di Indonesia, yakni pada Jumat (24/4/2020). Biasanya, kegiatan Ramadan identik dengan salat tarawh berjamaah  di masjid, buka bersama, dan salat Idul Fitri berjamaah. Namun, akibat COVID-19, semua kegiatan tersebut pun harus dilakukan di rumah masing-masing.

 

Baca juga:

Komunitas Muslim Kanada Bagikan Makanan Berbuka dengan Sistem Drive-Thru

 

Disisi lain, Counsellor Pensosbud KBRI London Hartyo Harkomoyo mengatakan biasanya kegiatan pengajian selama Ramadan dilakukan di Gedung KBRI London atau Wisma Nusantara. Namun saat ini, kegiatan pengajian tersebut harus dilakukan dengan menggunakan media sosial Zoom dan Youtube.

Sejak pertama kali memanfaatkan kajian menggunakan e-Ifthar, tema e-Ifthar pertama adalah Fiqih Islam dalam Kondisi Bencana dengan narasumber Ustadz Muhammad Arief Fuad Assofi dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Dalam ceramahnya, Ustadz Arief mengatakan pada zaman Nabi Muhammad SAW dan zaman sahabat Umar, di Mesir juga pernah terjadi wabah. Dari catatan Ibn Hajar Al Asqalani, mengatakan harta warisan dalam satu hari pernah berpindah ke sembilan ahli waris.

Ada lima fondasi syariat Islam yang dapat digunakan untuk menghadapi situasi ini yaitu Hifzhun Nafs atau menjaga nyawa, baik nyawa sendiri maupun nyawa orang lain, merupakan landasan utama hukum Islam. Diikuti Hifdul Aql (menjaga akal), Hifzhun Din (menjaga agama), Hifzhun 'Irdh (menjaga kehormatan), dan Hifzhun Milk (menjaga kepemilikan).

Menurut Uztad Arief, agama tidak akan berdiri tanpa pemeluknya mengutamakan Hifzhun Nafs dalam situasi pencegahan penyebaran wabah penyakit.

Ia juga mengingatkan bahwa pentingnya menghormati keputusan ahli fiqih di seluruh dunia yang mendahulukan perlindungan nyawa pemeluk agama dalam situasi COVID-19, misalnya dengan tidak melakukan Salat Jumat atau Salat Tarawih berjamaah di masjid selama bulan puasa Ramadan.

Counsellor Hartyo Harkomoyo menyatakan, acara e-ifthar virtual merupakan bagian program dari kehadiran KBRI London untuk menjaga silaturahim warga dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan asupan nutrisi sehat serta mempertahankan kesehatan mental dalam situasi darurat nasional sebagai akibat wabah COVID-19. Khususnya selama bulan Ramadan dengan puasa yang panjang sekitar 16 jam di Inggris dan Irlandia.

Sejak awal pandemi COVID-19 KBRI, lanjutnya, London telah mengadakan berbagai program untuk memberikan layanan perlindungan bagi WNI.

Pertama, program KBRI Menyapa dengan menghubungi WNI di Inggris dan Irlandia secara random, bertanya kabar kesehatan dan perkembangan situasi di kota tempat tinggal. Selain itu, ada pula program Ngopi Virtual Bareng Dokter dan Memasak Bareng Chef serta Kesehatan Mental Bermain bersama Keluarga.

Lebih lanjut ia mengatakan, program lainnya adalah KBRI Siaga dengan memberikan pelayanan kepada warga melalui telepon hotline yang bekerja sama dengan mahasiswa kedokteran yang sedang melanjutkan studi (Tim Dokter Jaga) untuk bantuan praktis seperti memberikan advis, mengirimkan obat, vitamin, alat pelindung/kesehatan serta bahan makanan pokok bagi WNI yang membutuhkan. Selain itu, KBRI Peduli juga menghimpun sumbangan sukarela untuk disalurkan kepada saudara di tanah air membutuhkan melalui PPI. (mga/Antara)

 

Baca juga:

Minta Perlindungan dari Wabah COVID-19, Muslim Kanada Gelar Doa Bersama secara Virtual

Responsive image
Other Article
Responsive image