:
:
News
Komunitas Muslim Kanada Bagikan Makanan Berbuka dengan Sistem Drive-Thru

gomuslim.co.id – Pandemi COVID-19 membuat aktivitas muslim selama bulan suci Ramadan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di Kanada, umat muslim menjalani Ramadan di rumah masing-masing mengingat masjid-masjid ditutup sementara.  

Meski demikian, situasi sulit ini tidak lantas menjadi penghalang bagi komunitas Muslim Winnipeg, Manitoba, Kanada untuk membantu sesama. Mereka tetap berbagi makanan buka puasa (takjil) dengan cara yang kreatif.

Presiden Asosiasi Perdagangan dan Kebudayaan Pakistan-Kanada di Manitoba, Masroor Khan, mengatakan, setiap Ramadan, sekitar 400 umat muslim akan mengunjungi Masjid Agung di kota Winnipeg untuk buka puasa bersama.

Namun adanya perintah karantina mandiri dari otoritas kesehatan Kanada, pelaksanaan buka puasa bersama terpaksa ditiadakan. "Kita tidak bisa berkumpul, kita tidak bisa ngobrol, duduk, dan makan bersama seperti hari-hari sebelumnya. Tapi kita masih bisa menyediakan makanan untuk satu sama lain," ujarnya seperti dilansir dari publikasi CBC, Selasa (28/4/2020).

Layanan Iftar Drive-Thru

Karena itu, ia bersama organisasi yang dipimpinnya membuat inovasi layanan iftar gratis  dengan sistem drive-thru. Jamaah tinggal datang dengan mengendarai mobilnya, lalu mengambil makanan yang disediakan di tenda dan pulang.

“Ramadan tahun ini memang menyedihkan. Tapi, kita harus mengurangi kesedihan semacam itu, dan mencegahnya dari memberikan dampak negatif kepada semua orang. Kita ingin mereka optimis. Kita ingin organisasi ini memberi harapan bagi mereka," tuturnya.

Setiap hari sejak pukul 7 hingga 8 malam, dua tenda makanan akan digelar di depan lapangan parkir masjid untuk memberikan makanan berbuka kepada jamaah yang bertandang. Jamaah tetap berada di mobil sehingga kontak fisik bisa diminimalkan.

Menurut estimasi Khan, setidaknya akan ada 200 hingga 300 orang yang datang kesana setiap malam. Mereka juga memastikan bahwa kegiatan mereka memperoleh izin dari pemerintah kota. "Kami ingin melakukan semuanya dengan benar," ujar Khan.

 

Baca juga:

Pernah ke Indonesia, Mualaf Asal Kanada Ini Islamkan 3.000 Lebih Tentara AS

 

Masjid Agung Winnipeg memiliki dapur umum, sehingga makanan dapat dihangatkan sebelum panitia penyelenggara memberikannya kepada jemaah yang datang dengan mobil.

Menu makanan berbuka tersebut pun bervariasi setiap hari, mulai dari ayam mentega, makanan khas Suriah hingga pizza.

"Kami ingin melakukan segalanya dengan benar. Semua orang bekerja penuh waktu, jadi pada dasarnya Ramadan adalah ujian ketabahan dan kesabaran. Mereka mengikuti rutinitas normal, tetapi mereka tidak makan atau minum apa pun," katanya.

Bagi Ruheen Aziz, salah seorang jamaah masjid, keberadaan santapan berbuka drive-thru tersebut adalah kesempatan untuk menolong umat muslim Kanada yang saat ini sedang berjuang.

"Kami mengambil enam paket makanan berbuka dengan mobil, lalu akan mengantarkannya ke orang-orang terdekat kami yang tidak bisa berkendara ke sini," kata Aziz, yang merupakan bendahara di Asosiasi Muslim Manitoba.

"Ini soal menolong masyarakat yang ada di sekitar, tanpa memandang apakah ia muslim atau bukan. Tujuan utama kami adalah menolong sesama," ungkapnya.

Menurut Aziz, menjalankan ibadah Ramadan selama pandemi COVID-19 tentu saja sulit. Namun keberadaan pembatasan yang diberlakukan selama pandemi ternyata menghilangkan beberapa halangan untuk beribadah yang biasanya muncul dalam kondisi normal. (jms/cbc/aboutislam)

 

Baca juga:

Minta Perlindungan dari Wabah COVID-19, Muslim Kanada Gelar Doa Bersama secara Virtual

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image