:
:
News
Gerakan Internasional untuk Palestina Digelar Secara Online

gomuslim.co.id - Menjelang peringatan 72 tahun “Nakba” Palestina, sebuah gerakan internasional untuk menjaga identitas Palestina digelar secara online melalui Konferensi Nasional Palestina.

Dilansir dari publikasi Iqna, Kamis (23/4/2020), kampanye internasional ini bertujuan untuk melindungi identitas Palestina dalam menghadapi rencana kesepakatan abad Presiden Amerika Donald Trump. Kampanye ini juga untuk menyelesaikan masalah Palestina dengan mengusung judul gerakan "Ketergantungan pada Palestina 2020". Kampanye berlangsung melalui sistem video konferensi zoom.

Seorang wartawan Palestina, Tamer al-Mashal membuka gerakan dengan lagu kebangsaan Palestina yang dilanjutkan dengan pemutaran film yang memperkenalkan gerakan tersebut.

Kemudian, Koordinator Internasional Gerakan, Yasser Qaddoura mengatakan bahwa tujuan program yang telah dilaksanakan setiap tahun sejak 2010 ini menggambarkan kuatnya rasa ketergantungan pada Palestina dan peran rakyat Palestina dalam merealisasikan hak mereka, terutama hak untuk kembali.

Ia menggambarkan, metode berpartisipasi dalam gerakan ini adalah pengibaran bendera Palestina, mengenakan pakaian Palestina, menghidupkan warisan Palestina serta mengorganisir kegiatan kelompok dan media Palestina.

Merujuk pada penyebaran wabah pandemi COVID-19 dan kebutuhan untuk tinggal di rumah serta menghentikan kegiatan kelompok, Qaddoura meminta komite koordinasi gerakan untuk memaparkan bentuk tindakan baru dan mendorong semua warga Palestina untuk bergabung dengan gerakan ini.

“Program-program gerakan dirancang sedemikian rupa sehingga setiap orang dari jejaring sosial dapat dengan mudah berpartisipasi di dalamnya dan mempresentasikan ide dan pendapat-pendapat mereka,” ujar Qaddoura.

 

Baca juga:

Selama Ramadan, Muslim Gaza Lakukan Kegiatan Keagamaan Secara Online


Selanjutnya, Wakil Sekretaris Jenderal Konferensi Nasional Palestina, Hisyam Abu Mahfudz yang tinggal di Luar Negeri mengatakan bahwa Gerakan Internasional tahun-tahun ini sudah diselenggarakan bertepatan dengan peringatan 72 tahun Hari Nakba.

“Kami berharap bahwa tema ‘Kebebasan, Kembali dan Kebahagiaan di Tanah Palestina’ akan dihidupkan kembali dalam gerakan tersebut. Dalam gerakan ini, kami menyatakan kepada para tahanan Palestina bahwa Anda tidak sendirian dan bahwa kami semua bersama Anda. Kami menyerukan pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel dalam kondisi krisis corona," paparnya.

Direktur Eksekutif Federasi Palestina di Chili, Anwar Makhlouf  mengatakan, meskipun minoritas Palestina yang tinggal di Chili tidak berbicara dengan bahasa Arab, namun mereka mempertahankan identitas Palestina mereka dan satu persatu dari mereka merasa tergantung pada Palestina. “Kami melihat ketergantungan ini pada lagu-lagu Arab dan Palestina dan makanan Palestina, serta kami merasa bahwa Palestina adalah tanah air kami,” ungkapnya.

Dalam hal ini, anggota komite persiapan gerakan menekankan bahwa penyelenggaraan gerakan ketergantungan 2020 ditengah krisis COVID-19 saat ini adalah alasan yang jelas untuk desakan rakyat Palestina untuk mencapai hak-hak hukum mereka, terutama hak untuk kembali ke Palestina.

Perlu dicatat bahwa gerakan ketergantungan pada Palestina yang telah berlangsung sejak 2010, seperti biasanya berlangsung hingga Mei setiap tahun, dengan partisipasi puluhan organisasi hak asasi dan komite Palestina dari berbagai bagian Palestina dan warga Palestina yang tinggal di luar negeri.

Tujuan dari gerakan ini adalah untuk memperkuat rasa nasional para pengungsi Palestina di berbagai bagian negara itu, baik di luar maupun di dalam dan untuk mengaktifkan peran rakyat Palestina dalam menentang rencana kesepakatan abad serta komitmen rakyat Palestina terhadap hak-hak bersejarah mereka, terutama hak untuk kembali. (mga/Iqna)

 

Baca juga:

Otoritas Gaza Buka Kembali Perbatasan Rafah, Warga Palestina Boleh Pulang

Responsive image
Other Article
Responsive image