:
:
News
Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Oman Larang Tarawih di Masjid

gomuslim.co.id - Otoritas Oman melarang pertemuan massal selama bulan suci Ramadan untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Masjid-masjid di Oman juga ditutup sehingga salat berjamaah dan salat tarawih juga ditiadakan selama Ramadan. Meski demikian, muazin tetap diizinkan mengumandangkan azan di masjid-masjid tersebut.

"Pertemuan Ramadan seperti berbuka di masjid, majelis umum, kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan kegiatan kelompok lainnya juga dilarang keras," demikian pernyataan dari otoritas Oman seperti dilansir dari publikasi Reuters, Rabu (22/4/2020).

 

Baca juga:

Arab Saudi Tetapkan Salat Tarawih dan Idul Fitri Tahun Ini Dilakukan di Rumah

 

Sebagaimana diketahui, Oman menerapkan lockdown (penguncian) di Ibu Kota Muscat sejak 10 April 2020 lalu hingga hingga 8 Mei 2020. "Otoritas Oman menekankan pentingnya menghindari semua pertemuan selama bulan suci Ramadan," lanjutnya.

Merujuk data Worldometers, ada 1.508 kasus virus corona di Oman, di mana sebanyak 8 dinyatakan meninggal dan 238 sembuh.

Tidak hanya Oman, beberapa negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Iran, Yordania, dan Mesir juga melarang pelaksanaan salat Tarawih di masjid. Pemerintah Mesir juga melarang kegiatan-kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang selama bulan suci Ramadan nanti untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sementara otoritas keagamaan di Uni Emirat Arab (UEA), Dewan Fatwa Emirat, meminta umat Muslim agar beribadah di rumah saja selama Ramadan. Mereka mengingatkan agar warga tetap menjaga jarak selama beribadah pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

 

Baca juga:

Tetap Salat Jumat, Ulama Pakistan Buka Pintu Masjid Meski dalam Ancaman COVID-19

 

"Berkumpul untuk beribadah bisa membahayakan nyawa, suatu kegiatan yang dilarang keras dalam Islam," demikian bunyi pernyataan Dewan Fatwa Emirat.

Terbaru, otoritas Arab Saudi juga meniadakan salat berjamaah termasuk salat Tarawih di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Presiden Jenderal Dua Masjid Haramain, Sheikh Dr Abdulrahman bin Abdulaziz al-Sudais mengatakan, dua masjid tersuci bagi umat Islam itu akan ditutup bagi para jamaah selama Ramadhan, namun azan akan tetap dikumandangkan di sana. (Mr/reuters/nu)

Responsive image
Other Article
Responsive image