:
:
News
Jelang Ramadan, Pemerintah dan Ulama Pakistan Sepakat Cabut Larangan Salat Jamaah di Masjid

gomuslim.co.id - Pakistan telah mencabut larangan salat berjamaah di masjid saat pandemi COVID-19 melanda. Keputusan untuk mencabut pembatasan tersebut diambil setelah Presiden Pakistan, Arif Alvi bertemu dengan para pemimpin agama.

Meski larangan salat jamaah telah dicabut, pemerintah tetap memberlakukan penggunaan masker bagi para jamaah. Pencabutan larangan tersebut dilakukan seminggu menjelang bulan Ramadan karena biasanya masjid ramai oleh para jamaah yang beribadah. "Masjid diberi izin untuk melakukan tindakan pencegahan," ujar sebuah pernyataan setelah pertemuan para pemuka agama Islam dengan Presiden Alvi.

 

Baca juga:

Tetap Salat Jumat, Ulama Pakistan Buka Pintu Masjid Meski dalam Ancaman COVID-19

 

Pemerintah dan para pemuka agama Islam sepakat bahwa pihak masjid akan tetap memberlakukan aturan untuk menjaga jarak di lingkungan masjid. Selain itu, pengurus masjid juga diminta untuk menyemprotkan desinfektan secara teratur di setiap sudut masjid.

Meski demikian, para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa pencabutan larangan salat jamaah di masjid dapat menimbulkan ancaman besar bagi penyebaran pandemi virus korona tipe baru atau COVID-19. Terlebih, infrastruktur kesehatan di Pakistan sangat terbatas. Sejauh ini Pakistan telah mencatat 7.638 kasus virus korona dengan 143 kematian.

 

Baca juga:

Muslim Pakistan Tetap Salat Berjamaah di Masjid Meski Pemerintah Terapkan Lockdown

 

Pemerintah berada di bawah tekanan untuk mencabut larangan salat jamaah di masjid setelah bentrokan yang terjadi antara jamaah sebuah masjid polisi di Karachi. Awal pekan ini, para ulama terkenal mengancam akan melanggar pembatasan sosial dengan menyatakan bahwa shalat berjamaah harus diizinkan selama langkah-langkah pencegahan tetap dipatuhi.

Pada Selasa lalu, Perdana Menteri Imran Khan mengumumkan perpanjangan lockdown di seluruh Pakistan. Khan mengatakan, puncak penyebaran virus korona di negara dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa itu akan terjadi pada pertengahan Mei. (Mr/rep)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store