:
:
News
Mantan Rektor IPB: Masjid Bisa Jadi Mediator Petani dan Konsumen saat COVID-19

gomuslim.co.id – Masjid dapat menjadi pusat ketahanan ekonomi umat di tengah pandemi COVID-19. Caranya masjid bisa menjadi media yang menghubungkan petani dengan konsumen, yang salah satu caranya dengan optimalisasi pasar elektronik.

Demikian disampaikan Mantan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Herry Suhardiyanto, dalam pengajian online Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipantau dari Jakarta, Kamis (16/4/2020). "Dipikirkan juga petani kita. Yang krusial itu mempertemukan petani yang sebagian besar umat Islam dengan konsumen," ujarnya.

Ia menjelaskan, masjid yang menjadi kegiatan umat memiliki potensi besar untuk menghubungkan produsen dan konsumen sehingga menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat. Tetapi, tentu masjid harus dibantu pihak-pihak berkompeten untuk mewujudkan itu.

Masjid, kata dia, dapat menjadi mediator produksi dan konsumsi yang memanfaatkan modal sosial umat melalui jejaringnya. Hal itu semakin mudah dengan memanfaatkan keunggulan teknologi informasi yang dapat menembus ruang dan waktu di masa kini.

“Masjid memiliki modal sosial berupa umat, ormas Islam dan pemangku kepentingan lainnya. Kalau bisa melalui masjid, komunikasi produsen dan konsumen ini berlangsung. Mempertemukan berbagai ormas Islam dan potensi-potensi umat," katanya.

Hal yang harus dilakukan, kata dia, pemangku kepentingan yang berkompeten untuk mengelola e-commerce dan umat bersinergi. "Data digital, basis datanya agar kuat, kalau masjid-masjid bisa mengakses produksi dan konsumsi yang dipertemukan akan menjadi kekuatan yang luar biasa," ungkapnya.

 

Baca juga:

Sambut Ramadhan dalam Situasi COVID-19, MUI Sampaikan Tausiyah Online 

 

Dia mencontohkan bagaimana para petani di Indonesia yang sebagian besar adalah umat Islam diarahkan pada tata kelola yang lebih baik dan profesional sehingga produk mereka dapat laku. Sementara konsumen Muslim yang banyak terkonsentrasi di masjid bisa mendapatkan produk yang terjangkau.

"Agar petani ini mulai diajak punya rekening. kerja sama dengan bank syariah bebas biaya administrasi sehingga kalau saldonya nol jangan ditutup rekeningnya," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen MUI, Anwar Abbas juga mendukung masjid menjadi sentra ekonomi umat saat wabah COVID-19 dan seterusnya dengan menghubungkan petani dan konsumen melalui plarform digital. "Petani punya kendala pemasaran. Masjid sebagai media penghubung bisa menjadi solusi, sehingga kita bisa membeli barang-barang produksi petani dan nelayan, dan umat bisa mendapat harga yang baik," tuturnya.

Anwar mengatakan pandemi COVID-19 membuat pertumbuhan ekonomi lesu sehingga dunia usaha harus terus didukung agar tetap bergerak sementara konsumen tetap mendapat suplai bahan pokok.

Untuk itu, dosen ekonomi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan saat ini memang belum bermunculan sistematika interkoneksi petani dan konsumen melalui masjid.

Karena itu, dia mengajak partisipasi siapa saja yang berkemampuan dan memiliki keinginan kuat menggerakkan masjid sebagai pusat ketahanan ekonomi umat dan masyarakat melalui platform digital.

"Sistem ini yang belum ada. Ini yang harus kita pikirkan secara bersama dan pikirkan potensi bersama. Tinggal dirajut dalam satu rajutan sehingga menjadi terkoneksi," katanya. (jms/antara/foto:tripzila)

 

Baca juga:

MUI Ajak Umat Islam Salurkan Dana ZIS untuk Penanggulangan COVID-19

Responsive image
Other Article
Responsive image