:
:
News
Wanita Ini Dapat Hidayah di Balik Jeruji Besi Setelah Dengar Lantunan Ayat Alquran

gomuslim.co.id - Kisah perjalanan mualaf menemukan Islam berbeda-beda. Salah satunya seperti Paulina Yuwita (37), seorang tahanan di Polres Pangkalpinang yang bersyahadat di rumah tahanan, Rabu (15/4/2020). Dia memutuskan memeluk agama Islam setelah tersentuh mendengar lantunan Alquran dibacakan oleh rekan sesama tahanan.

Prosesi syahadat Paulina dibimbing langsung oleh Ustaz Abdul Halim Sumarsono, di dalam tahanan. Paulina Yuwita mengenakan mukena berwarna putih disaksikan langsung oleh Kasat Tahti Polres Pangkalpinang Ipda Bambang Sugeng, dan anggota piket jaga tahanan serta para tahanan perempuan lainnya.

 

Baca juga:

Mantan Pastor Putuskan Jadi Mualaf Setelah Melihat Keindahan Islam

 

Ucapan syukur pun mengalir dari rekan-rekannya sesama tahanan di Polres Pangkalpinang. Rasa haru dan bahagia tampak terpancar di raut wajah Paulina Yuwita. Dan dia pun memutuskan untuk menggantikan namanya dari Paulina Yuwita ke Nur Hidayah.

Dia menuturkan, keinginannya memeluk agama Islam sudah cukup lama. Keinginannya itu, kata dia, datang dari lubuk hatinya sendiri. Tanpa ada paksaan, ataupun tekanan dari pihak mana pun.

Nur Hidayah menceritakan, awalnya dia sering mendengar lantunan ayat suci Alquran yang dibacarakan oleh rekan sesama tahanan. Lantunan ayat suci Alquran yang didengarnya terasa merdu. Hati pun terasa sejuk dan tenang kala mendengarnya.

"Saat itu, saya mendengar suara merdu tahan yang mengaji maupun membaca doa, ketika salat, dari hati yang paling dalam saya tersentuh dan memutuskan untuk memeluk agama Islam," ungkapnya.

Dari sana kemudian dia mencoba mengungkapkan keinginannya memeluk Islam kepada para rekan sesama wanita. Rekan-rekannya pun mendukungnya. Kemudian mereka menyampaikan keinginan tersebut ke Kasat Tahti Polres Pangkalpinang.

Kasat Tahti Polres Pangkalpinang pun menyambut baik keinginan tersebut. Akhirnya diundanglah seorang ustaz, yakni Ustaz Abdul Halim Sumarsono untuk membimbingnya agar bisa memeluk agama Islam.

Kasat Tahti Polres Pangkalpinang Ipda Bambang, kejadian ini berawal dari program yang diberlakukan bagi para tahanan di Polres Pangkalpinang.

Para tahanan yang beragama Islam diwajibkan untuk melaksanakan salat 5 waktu. Mereka juga diminta untuk ikut salat berjamaah. Sedangkan imamnya oleh anggota Polres Pangkalpinang sendiri yakni Bripka Aang, Fajar, Rodhiqo, dan anggota Polres Pangkalpinang yang lainnya.

 

Baca juga:

Begini Cerita Mualaf Asal Skotlandia yang Islamkan Semua Keluarga dan 30 Temannya

 

"Setelah salat melakukan zikir bersama, kalau salat magrib dan subuh tahanan baca yasinan, nah kemungkinan pada saat itu, ada hidayah Allah datang untuk orang yang mau masuk Islam tadi," kata Kasat Tahti Polres Pangkalpinang, Ipda Bambang.

Kata Bambang, ibu ini menyampaikan kepada temannya yang satu kamar, dia mau masuk islam tolong kasih tahu sama Kasat. "Setelah itu saya hampiri dan nanya yang tersebut bener, kamu mau masuk islam, jawabnya bener dan kehendak saya sendiri, besoknya saya panggil ustaz langsung dan diislamkan, ustad Abudul Halim kebetulan beliau berkerja di kementerian agama Provinsi," ungkapnya.

Dalam hal ini pihaknya hanya memfasilitasi untuk Nur menjadi mualaf. Ia juga menegaskan, tidak ada unsur paksaan atau tekanan dari pihak manapun terhadap Nur Hidayah. "Atas kemauan dia sendiri, karena dia meminta maka kami fasilitasi dia untuk niat nya itu," paparnya. (Mr/Tribun)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store