:
:
News
Cegah Penyebaran Corona, Pemerintah Yordania Larang Salat Tarawih di Masjid

gomuslim.co.id - Menteri Awqaf dan Urusan Islam Yordania, Mohammed Khalailah mengumumkan bahwa pelaksanaan salat tarawih di masjid-masjid akan dilarang selama bulan Ramadan tahun ini. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memerangi penyebaran pandemi virus corona (COVID-19).

"Kami telah melaksanakan salat wajib di rumah dan salat tarawih juga akan di rumah untuk berjaga-jaga terhadap virus ini. Kami bersama dengan seluruh dunia, menghadapi pandemi berbahaya ini," kata Khalailah seperti dilansir dari publikasi Arab News, Kamis (16/4/2020).

 

Baca juga:

Menteri Urusan Islam Arab Saudi: Salat Tarawih di Rumah Jika Pandemi COVID-19 Berlanjut

 

Dia mengatakan keputusan itu memang menyakitkan bagi semua, khususnya umat muslim. Namun bagaimana pun, semua perlu menjaga diri dan tanah air agar aman untuk tujuan yang lebih tinggi dan tujuan besar dan itu adalah pelestarian diri yang merupakan salah satu dari tujuan syariah.

Sementara itu, Menteri Negara Urusan Media, Amjad Adaileh mengatakan pemerintah akan memberlakukan jam malam di Kerajaan selama 48 jam mulai 17 April 2020, sampai setelah tengah malam pada hari Sabtu. 

Jam malam penuh ini tidak berlaku bagi semua profesional medis di sektor publik dan swasta, tim inspeksi epidemiologi, dan beberapa pejabat, karyawan, dan pekerja di sektor vital lainnya. 

"Kami juga akan mengizinkan, hingga minggu depan, beberapa fasilitas produksi dan layanan untuk beroperasi, sesuai dengan langkah-langkah ketat untuk pencegahan dan perawatan kesehatan, dengan jumlah pekerja minimum," kata Adaileh.

 

Baca juga:

Perpanjang MOC Akibat Corona, Malaysia Larang Salat Tarawih di Masjid

 

Ia menambahkan, pemerintah juga akan mengumumkan langkah-langkah yang diambil untuk mendukung pekerja harian, melalui Dana Bantuan Nasional. Keputusan itu termasuk menawarkan subsidi uang tunai kepada pekerja harian yang dipengaruhi oleh keputusan jam malam. Subsidi uang tunai mencakup sekitar 200.000 keluarga.

Pada Selasa (14/4), Yordania melaporkan enam kasus baru COVID-19. Total ada 391 kasus positif corona di Yordania, termasuk tujuh korban meninggal dunia. (Mr/arabnews)

Responsive image
Other Article
Responsive image