:
:
News
Lewat Komik, Organisasi Ini Gambarkan Kisah Perjuangan Muslim Rohingya di India

gomuslim.co.id – Dua organisasi non-pemerintah yang berbasis di Ibukota New Delhi – India membuat sebuah karya komik. Karya tersebut menggambarkan perjuangan muslim Rohingya yang berada di pengungsian India.

Adalah Rohingya Human Right Initiative (RHRI) dan World Comics India (WCI) yang berkolabolari untuk menggagas sekaligus mengdokumentasian kisah hidup para pengungsi Rohingya dalam sebuah komik berjudul Rendered Stateless Not Voiceless.

“Tujuan dari proyek ini adalah untuk membantu para pengungsi Rohingya mendokumentasikan kisah hidup mereka di Myanmar serta perjuangan mereka saat ini untuk bertahan hidup di India,” ujar Pendiri WCI, Sharad Sharma seperti dilansir dari publikasi Al-Jazeera, Senin (14/4/2020).

Menurutnya, para pengungsi Rohingya, baik tua maupun muda mendapatkan kesempatan untuk melihat komik mereka dicetak dalam buku dan mendapatkan poster mereka memegangnya. Poster-poster ini dapat dilihat dipajang di tenda-tenda di kamp Kalindi Kunj di New Delhi.

"Meskipun sejumlah besar laporan media telah dipublikasikan tentang kondisi kehidupan mereka di India, tidak ada contoh ketika mereka sendiri diberikan kesempatan untuk mengekspresikan keprihatinan mereka,” katanya.

Inisiatif ini, kata dia, memberikan peluang langka bagi Rohingya untuk mengekspresikan pemikiran mereka melalui seni. "Menceritakan kisah hidup Anda kepada orang lain tidak diragukan lagi adalah proses penyembuhan dengan sendirinya, tetapi yang membuat proses ini lebih menarik adalah ketika hal yang sama dilakukan dengan bantuan medium seperti komik akar rumput,” paparnya.

Ia menjelaskan, WCI sendiri merupakan sebuah kolektif yang mempromosikan komik sebagai alat komunikasi dan pemberdayaan untuk bagian masyarakat yang terpinggirkan. Menurutnya, buku komik dapat digunakan sebagai media untuk memberikan suara kepada mereka yang tidak bersuara.

 

Baca juga:

India Lockdown, Pengungsi Muslim Rohingya Kian Sengsara

Sementara itu, Koordinator Pendiri RHRI, Ali Johar mengungkapkan bahwa ada hampir 70 cerita yang diriwayatkan dan dibuat sketsa komik, termasuk oleh dirinya sendiri. Idenya tersebut, kata dia, adalah untuk menciptakan kesadaran akan kisah hidup dengan kisah langsung yang dibagikan oleh para peserta.

"Karena sebagian besar pengungsi Rohingya tidak memiliki cara untuk berbagi cerita mereka, buku ini memberi mereka sebuah platform untuk membagikannya, serta memiliki kepemilikan cerita mereka sendiri dalam buku itu," ujar Johar.

Berdasarkan data dari Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), saat ini ada 17.500 Rohingya yang terdaftar sebagai pengungsi di India. Namun, angka sebenarnya bisa lebih tinggi. Bahkan, sebuah media India menempatkan angka sekitar 40.000 bagi pengungsi Rohingya tersebut.

Selanjutnya, Pemerintah Nasionalis Hindu India yang memandang Rohingya sebagai mayoritas Muslim menganggap bahwa mereka ada imigran gelap dan ancaman keamanan. Mereka bahkan telah berjanji untuk mendeportasi para pengungsi untuk kembali ke Myanmar,di mana mereka menghadapi penganiayaan.

Diketahui, New Delhi sendiri menjaga hubungan baik dengan Naypyidaw. Sedangkan penyelidik PBB mengatakan pada September 2019 bahwa Rohingya yang tersisa di Myanmar menghadapi risiko serius genosida.

Johar sendiri yang merupakan seorang Muslim Rohingya tinggal bersama keluarganya di Kalindi Kunj dengan pengungsi lain setelah melarikan diri dari Myanmar pada Agustus 2012 silam. Kini, ia membantu para pengungsi di kamp tersebut untuk membuat sketsa kisah hidup mereka menjadi komik.

"Di sini, di India kami memiliki pengungsi yang tidak memiliki hak tetapi satu hal yang tidak dapat disangkal orang adalah pendidikan dan kemampuan kami untuk belajar," lanjut Johar.

Johar mengatakan, dua hari pelatihan dan bimbingan adalah semua yang diperlukan bagi orang untuk mulai membuat sketsa. Kedua organisasi juga berencana untuk mengimplementasikan inisiatif di tingkat India dan melatih para pengungsi muda Rohingya untuk membuat komik akar rumput.

Inisiatif tersebut, kata Johar, diluncurkan bulan lalu di sebuah pemukiman pengungsi Rohingya di Kalindi Kunj, selatan Ibukota India. Kamp Kalindi Kunj yang didirikan oleh organisasi non-pemerintah pada 2012, saat ini menampung sekitar 226 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan dari Myanmar.

“Lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar wanita dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar dalam upaya untuk melarikan diri dari kampanye militer brutal yang diluncurkan pada Agustus 2017. PBB telah mendokumentasikan pembunuhan, pemerkosaan massal, pemukulan brutal, pembakaran dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan Myanmar selama serangan itu,” paparnya.

PBB dan organisasi-organisasi HAM menuduh Myanmar tengah membersihkan etnis Rohingya dari negara bagian Rakhine Utara. Secara keseluruhan, ada total 1,2 juta Rohingya telah terpaksa mencari perlindungan di negara tetangga Bangladesh. Selama di India, banyak pengungsi Rohingya yang tinggal di permukiman padat dengan akses terbatas akan kebutuhan dasar manusia seperti air bersih, tempat tinggal, listrik, dan fasilitas higienis. (mga/Aljazeera)

 

Baca juga:

Bantu Pendidikan Muslim Rohingya, Pejabat Jerman Ini Janjikan 15 Juta Euro 

Responsive image
Other Article
Responsive image