:
:
News
Wakil Ketua MPR Minta Menag Terapkan Belajar lewat TVRI bagi Siswa Madrasah

gomuslim.co.id –  Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid berharap agar Menteri Agama (Menag) bisa menerapkan belajar lewat TVRI bagi para siswa madrasah. Ia mengapresiasi program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang menggunakan media TVRI untuk belajar siswa SD hingga SMA.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini menegaskan bahwa Menag juga perlu meniru kebijakan Mendikbud yang sangat baik tersebut untuk para siswa madrasah, baik siswa madrasah ibtidaiah, sanawiah, maupun aliah. "Saya sudah usulkan ini saat rapat kerja dengan Menteri Agama pada tanggal 25 Maret lalu," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2020).

Menurutnya, kegiatan belajar siswa selama berada di rumah dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat sehingga tidak ada materi pelajaran yang tertinggal, bahkan bisa memaksimalkan waktu dengan segala yang meningkatkan kualitas peserta didik.

Untuk itu ia berharap agar Menag bisa merealisasikan usulan saat raker dengan Komisi VIII DPR RI itu, yaitu membuat program pendidikan siswa/siswa madrasah ibtidaiah, sanawiah, maupun aliah saat mereka belajar di rumah saat pandemi COVID-19 lewat TVRI.

 

Baca juga:

Demi Cegah COVID-19, Gubernur Jabar Harap MUI Pertimbangkan Fatwa Haram Mudik 

 

Selain itu, Nur Wahid juga mengapresiasi langkah Mendikbud menerapkan belajar di rumah bagi siswa SD hingga SMA dengan menggunakan media TVRI. Hal itu sesuai dengan usulan dari DPR. "Terobosan bagus dari Mendikbud yang mulai dilaksanakan pada tanggal 13 April 2020 itu sesuai dengan usulan Wakil Ketua BURT DPR RI dari Fraksi PKS Dimyati Natakusumah yang sudah disampaikan sejak 25 Maret 2020," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga meminta agar kebijakan Mendikbud itu juga perlu ditingkatkan untuk siswa menengah kejuruan (SMK), sebagaimana diusulkan oleh Wakil Ketua Komisi X DPRRI FPKS Fikri Faqih.

Untuk memaksimalkan belajar dari rumah, lanjutnya, perlu ditekankan agar acara televisi, sebelum acara belajar siswa, di tengah-tengah, atau sesudah kegiatan belajar mengajar via TVRI, supaya disterilkan dari program-program lainnya yang tidak sesuai dengan tujuan belajar dari rumah dan menghindarkan dari COVID-19. 

"Bagusnya diisi dengan lagu-lagu kebangsaan atau hiburan yang mendidik, meningkatkan wawasan, atau siaran-siaran yang meningkatkan cinta dan bangga dengan bangsa dan negara," pungkasnya. (mga/Antara)

 

Baca juga:

Petakan Pola Penyebaran COVID-19, Pemprov Jabar Gelar Rapid Tes di Pesantren Pekan Ini

Responsive image
Other Article
Responsive image