:
:
News
Darurat COVID-19, Turki Kirim Bantuan Medis ke Palestina 

gomuslim.co.id - Turki akan mengirim bantuan medis ke Palestina dan Israel untuk membantu memerangi virus corona (COVID-19). Juru Bicara Kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin mengatakan pengiriman bantuan tersebut akan segera dirampungkan.   

“Ada permintaan bantuan medis dari Israel, dan itu akan selesai dalam beberapa hari. Kami secara bersamaan akan mengirim pasokan medis ke Palestina,” kata seperti dilansir dari publikasi Yeni Safak, Senin (13/4/20). 

Ibrahim Kalin mengatakan permintaan obat Armenia juga disetujui oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, dan saat ini sedang dalam proses di Kementerian Kesehatan. 

Ankara membantu banyak negara untuk mengatasi pandemi COVID-19. Sejauh ini telah mengirim bantuan ke Serbia, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, Makedonia Utara, Kosovo, serta Libya, Italia, Spanyol, dan Inggris dan Negara lainnya.

 

Baca juga:

Perangi Corona, Turki Kirim Bantuan Medis ke Spanyol dan Italia

 

Turki, kata Kalin, memiliki infrastruktur yang kuat di banyak bidang termasuk pertanian, layanan kesehatan, komunikasi, dan keamanan. “Saya percaya bahwa kami akan mengatasi proses pemulihan dengan sangat cepat. Turki berada dalam posisi yang baik dalam hal pasokan medis, keamanan dunia maya, dan keamanan pangan,” tambahnya.

Juru bicara itu mengesampingkan kemungkinan pengaturan pinjaman dengan IMF - yang menawarkan pinjaman baru kepada ekonomi di tengah-tengah kejatuhan pandemi.

“Dalam hal berkontribusi pada pemulihan ekonomi global, IMF, Bank Dunia, negara-negara G20, lembaga dan organisasi internasional, serta masing-masing negara, tentu saja akan memenuhi tugas mereka. Namun, Turki tidak mencari kesepakatan dengan IMF,” katanya.

 

Baca juga:

Presiden Turki Ajak Semua Elemen Bersatu Lawan COVID-19

 

Turki telah mengkonfirmasi total 1.101 kematian akibat virus yang pertama kali terdeteksi di Cina akhir tahun lalu. Setidaknya 52.167 dinyatakan positif.

Secara keseluruhan, penyakit ini telah menginfeksi lebih dari 1,78 juta orang di 185 negara dan wilayah, sesuai data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di A.S. Korban tewas mendekati 110.000, sementara hampir 410.000 telah pulih. (Mr/yenisafak)

Responsive image
Other Article
Responsive image