:
:
News
Dai Malaysia: Puasa Ramadhan dalam Situasi MCO Justru Lebih Baik

gomuslim.co.id – Malaysia memperpanjang penguncian wilayah atau lockdown hingga awal bulan Ramadhan demi mencegah penyebaran COVID-19. Kondisi itu membuat masyarakat Muslim Malaysia memilih muhasabah diri di rumahnya masing-masing.

Dilansir dari publikasi Malaymail, Senin (13/4/2020), Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin mengumumkan dua hari lalu bahwa MCO akan diperpanjang selama dua pekan hingga 28 April. Kebijakan pembatasan aktivitas (MCO) itu dilanjutkan karena pemerintah masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Perpanjangan MCO ini pun menuai reaksi beragam dari masyarakat.

Dai asal Malaysia, Ustadz Azhar Idrus mengatakan bahwa dengan perintah tinggal di rumah, umat muslim dapat menjalani puasa selama bulan Ramadhan dengan lebih banyak ibadah.

Menurutnya, puasa dalam situasi ini (MCO) lebih baik. Jika tidak ada MCO, banyak orang keluar, bersosialisasi dan terkena hal-hal buruk dan berdosa. Tinggal di rumah membantu mencegah mata dari melihat hal-hal yang tidak baik untuk dilihat.

 

Baca juga:

Menteri Urusan Islam Arab Saudi: Salat Tarawih di Rumah Jika Pandemi COVID-19 Berlanjut

 

"Ketika kita berpuasa saat situasi yang dapat menghalangi kita dari pengaruh atau keadaan buruk, itu adalah berkah, karena kita mendapatkan lebih banyak pahala dari Allah," kata dia saat siaran langsung pada sesi tanya jawab dengan Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Datuk Seri Zulkifli Mohamad Al-Bakri melalui media sosial Instagram baru-baru ini.

Dia mengatakan tidak masalah jika salat tarawih tidak dapat diselenggarakan di masjid. Sebab, tarawih bisa dilakukan di rumah masing-masing. "Nabi juga melakukan salat tarawih sendirian di rumah. Dan puasa selama MCO ini berkah," kata Azhar.

Sementara itu, Ayman Rashdan Wong warga Malaysia melalui Facebook-nya, mengatakan ada berkah untuk puasa selama MCO karena akan memungkinkan umat Islam untuk menghargai Ramadhan dan bercermin untuk menjadi lebih baik.

“Refleksi diri lebih efektif ketika kita sendirian. Tidak ada waktu yang lebih baik untuk mempraktikkan cara hidup sunnah, makan lebih sedikit, berdoa tepat waktu, tidur lebih awal, membaca Alquran dan membaca doa serta zikir sambil menunggu adzan salat Maghrib untuk berbuka puasa. Memang, COVID-19 adalah tombol 'reset' untuk mengingatkan orang-orang tentang kemanusiaan," pungkasnya. (hmz/malaymail/rep/dbs/foto:jurnalislam)

 

Baca juga:

Akibat COVID-19, Rencana Pembangunan Masjid Baru di Windsor Inggris Ditunda

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store