:
:
News
Penerima Bansos dari Baznas Harus Muslim, Ini Penjelasan MUI

gomuslim.co.id – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menyinggung Bantuan Sosial (Bansos) dari lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) wajib diberikan kepada warga prasejahtera yang muslim. Hal itu direspon oleh Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh.

Menurut Asrorun, syarat mustahik (fakir miskin penerima zakat) haruslah beragama Islam. Ia menyebutkan bahwa zakat merupakan salah satu jenis ibadah agama Islam. "Zakat itu adalah jenis ibadah yang merupakan rukun Islam, yang ketentuannya diatur secara khusus sesuai syariat Islam," jelasnya, Ahad (12/4/2020).

Dia menyampaikan penyaluran zakat juga sudah memiliki ketentuan dalam agama Islam. Secara syariat, memang zakat disalurkan untuk muslim yang membutuhkan.

"Menurut Jumhur Fuqaha (ulama ahli hukum Islam), harta zakat diwajibkan untuk orang muslim yang memenuhi syarat wajib dan disalurkan untuk delapan golongan umat Islam," kata Asrorun.

Memang, ada ulama berpendapat boleh memberikan bagian dari harta zakat kepada non-muslim yang menjabat petugas pengelolaan zakat, sebagai bagian amil zakat, sebagai upah dari pekerjaan mereka. Namun bagian itu didasarkan pada pekerjaan profesional yang dilakukan.

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan hal yang sama. Pada dasarnya, secara syariat, memang zakat adalah ibadah dan aturannya adalah penerima zakat harus beragama Islam.

"Ya, karena kalau zakat itu memang diperuntukkan bagi delapan macam (penerima zakat) yang sudah ditentukan di dalam Alquran, tidak boleh di luar itu, dan semua itu beragama Islam," tutur Cholil Nafis.

 

Baca juga:

Bantu Pemerintah Tangani Pandemi, MUI Bentuk Satgas COVID-19

 

Sebelumnya, berawal dari surat Kadinsos Aziz Harahad yang berisi permohonan data mustahik (fakir miskin yang berhak menerima zakat), yang ditujukan untuk kepala dinas sosial tingkat kabupaten/kota di Provinsi Babel, tertanggal 30 Maret 2020.

Dalam surat itu dijelaskan Dinsos mengajukan bansos ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bansos dari Baznas rencananya disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan, mengurangi dampak negatif dari penyebaran COVID-19 bagi ekonomi dan kehidupan. Namun syarat penerima Bansos dari Baznas itu salah satunya harus beragama Islam. 

Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, Sri Kusmala mengatakan pihaknya sama sekali tidak bermaksud untuk mendiskriminasi penerima bantuan. "Kami enggak ada niat mendiskriminasi segala macam, itu enggak ada," kata Sri.

Sri menuturkan syarat itu diberikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) selaku pihak yang akan memberikan bantuan. Pada posisi ini, Dinsos Pemprov Kepulauan Bangka Belitung hanya membantu Baznas menyalurkan zakat yang sudah dihimpun untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak. "Itu kan kami membantu pihak Baznas nah kalau pihak Baznas itukan sumber dananya dari zakat. Kita mengikuti ketentuan mereka," ujarnya.

Sri menuturkan kalau bantuan yang digelontorkan untuk masyarakat setempat berasal dari berbagai sumber. Ada yang dari APBN, APBD, pihak kepolisian, hingga yayasan non muslim. Sehingga bantuan dari Baznas itu hanya satu dari beragam bantuan yang digelontorkan tanpa melihat agama dari masing-masing masyarakat. (hmz/detik/suara/foto:suarakarya)

 

Baca juga:

Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp570 Juta untuk Renovasi Musala di 12 Kecamatan

Responsive image
Other Article
Responsive image