:
:
News
Masjid Houston di Texas AS Siapkan Program Ramadhan di Tengah Pandemi COVID-19

gomuslim.co.id – Bulan suci Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Menyambut bulan tersebut, Masjid Houston telah mempersiapkan sejumlah program Ramadhan bagi komunitas muslim di Texas, Amerika Serikat (AS).

Meski 21 masjid tetap ditutup selama kebijakan social distancing nasional guna mencegah ancaman pandemi COVID-19, namun para pemimpin lokal akan meningkatkan layanan dan program online yang ada dalam persiapan selama Ramadhan.

"Kami akan melakukan segala yang mungkin untuk memungkinkan orang untuk mengambil keuntungan penuh dari bulan suci," ujar Presiden Dewan Direksi Masyarakat Islam Houston Besar (ISGH), Sohail Syed, seperti dilansir dari About Islam, Jumat (10/4/2020).

Ia menjelaskan, saat ini ada sejumlah masjid yang akan menyiapkan kuliah Facebook Live dan Zoom, serta siaran daring panggilan adzan dan Qur'an yang dapat dilakukan umat Islam secara online selama Ramadhan. 

Imam Syed berharap, lima hingga enam kuliah online akan disajikan setiap hari. "Saya belum pernah sepanjang hidup saya melihat orang dengan wajah ditutup masker, jadi kita harus (melakukan program online ini) untuk menjaga orang-orang tetap terhubung," paparnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa sesuai dengan hukum syariah, tidak akan ada salat virtual, termasuk salat Tarawih. Salat itu harus tetap dilakukan di rumah masing-masing.

 

Baca juga:

Komite Al-Azhar: Muslim Tetap Puasa Ramadhan Meski Pandemi COVID-19 Mewabah

 

Masjid-masjid ISGH, kata Syed, telah ditutup sejak 17 Maret lalu. Ia dan para pemimpin Muslim lainnya pun mengenali gravitasi ancaman sejak dini dan bergerak cepat untuk melindungi komunitas Islam Houston dan yang lainnya. 

"Kami ingin membantu para petugas medis agar menghentikan virus ini sesegera mungkin. Komunitas kami merespons dengan sangat baik, termasuk orang tua kami, yang beradaptasi dengan sangat baik," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sejak ditutup, masjid-masjid di bawah ISGH telah bekerja untuk mendukung masyarakat terdampak baik secara medis maupun finansial akibat COVID-19. Virus ini, kata dia, tidak hanya mengakibatkan masalah kesehatan dan kematian, tetapi telah berdampak negatif pada banyaknya pekerja yang diberhentikan.

ISGH pun telah membuat tautan dari beranda situs webnya di www.isgh.org di mana orang dapat memberikan sumbangan keuangan atau meminta bantuan finansial. Ada juga daftar sumber daya di mana orang dapat menemukan informasi tentang layanan makanan di pinggir jalan atau sekolah setempat serta informasi tentang gejala COVID-19 dan apa yang harus dilakukan jika telah terjangkit virus. 

“Ada juga daftar kontak untuk semua departemen layanan kesehatan kabupaten setempat, serta hotline coronavirus di 713-352-0445,” tambahnya.

Meski begitu, banyak ketidakpastian seputar berapa lama Houston dan daerah sekitarnya akan tetap terkunci. Syed mengatakan dia dan para pemimpin ISGH akan terus mengikuti pedoman nasional, federal, dan lokal untuk menjaga orang tetap di rumah, tetap aman, dan sehat. "Kami tidak akan melakukan apa pun untuk melanggar pedoman CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) atau melanggar peraturan setempat," imbuhnya.

Namun, jika pemerintah memberikan lampu hijau bahwa aman bagi orang untuk melanjutkan kegiatan normal, Syed mengatakan ia akan memastikan masjid-masjid Houston dibersihkan dan disanitasi untuk menyambut komunitas Muslim kembali ke rumah ibadah. Dia mengatakan setiap tindakan pencegahan akan diambil untuk memastikan kesehatan orang. “Jika kita mendapatkan kata bahwa itu aman, kita akan menjadi orang pertama yang membuka kembali," tegasnya. (mga/AboutIslam)

 

Baca juga:

Termasuk Salat Berjamaah, Ali Khamenei Larang Pertemuan Publik Selama Bulan Ramadhan

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store