:
:
News
Kabar Duka, Ahli Tafsir Dr. Ahzami Samiun Jazuli Tutup Usia

gomuslim.co.id - Ahli tafsir dan Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Dr. Ahzami Samiun Jazuli, MA mengembuskan napas terakhirnya pada Ahad, 5 April 2020 pukul 06.30 WIB. Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu putranya, Umar Ahzami.

"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah kembali menghadap Allah, ayah kami, Dr. Ahzami Samiun Jazuli, MA. pada hari Ahad, 5 April 2020 Jam 06.30 di Ruma Duka Komplek Yapidh Kp. Pedurenan Jatiluhur Jatiasih. Mohon doanya, semoga Allah Muliakan derajatnya, ampuni dosanya. Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu. Aami," kata Umar melalui pesan beredar.

 

Baca juga:

Prof. DR. K.H. Ali Mustafa Yaqub, Pakar Ilmu Hadis Indonesia

 

Dr. Ahzami merupakan pengasuh Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Islam Darul Hikmah (YAPIDH) Kp Pedurenan, Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi. Tak hanya itu, Almarhum juga dikenal sebagai ulama kharismatik dan tawadhu’.

Rasa duka kepergian ulama tafsir ini juga dirasakan oleh salah satu muridnya, Ustaz Yusuf Mansur. Unggahan Ustaz Yusuf Mansur di akun instagramnya menyampaikan duka yang teramat dalam karena kehilangan gurunya. Ia menyebut sosok Ahzami Samiun Jazuli sebagai orang yang tawadhu.

"Innaa ilaihi rooji'uun. Guru kami berpulang ke Rahmatullaah. Orang besar yang tawadhu. Dr. Ahzami Samiun Jazuli, Ahli Tafsir dari Pati, Jawa Tengah," tulis Yusuf Mansur

Yusuf Mansur menceritakan, Ahzami Samiun Jazuli sebagai ulama yang tegas tetapi bertutur kata lembut. Sang Ahli Tafsir sering memberikan nasihat dengan cara yang jenaka ketika menjadi pengasuh di santri Yayasan Perguruan Islam Darul Hikmah (YAPIDH).

Salah satu contoh nasihat tersebut adalah 'Wa Laa yatafacaruun'. Nasihat tersebut diberikan untuk melarang para santri untuk berpacaran.

"Kalimat itu lah yang diucapkannya untuk melarang para santri berpacaran. Karena selain melanggar ajaran agama, berpacaran juga merupakan hal sia-sia yang membuat remaja lalai dalam belajar," kenang Yusuf Mansur.

Aktivitas Dr. Ahzami lekat dengan dunia pendidikan dan keagamaan. Selain sebagai Ketua Ponpes Darul Hikmah, Bekasi dan pengasuh di YAPIDH, dia juga menjadi dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Padang, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Darul Hikmah.

Namanya mulai dikenal luas di kalangan masyarakat sejak tampil sebagai penceramah dalam program Tafsir Kehidupan yang tayang di TV One dan TVRI. Dr. Ahzami semasa hidupnya aktif menjadi pemateri di sejumlah kajian, seminar, serta ceramah-ceramah nasional.

 

Baca juga:

Habib Salim bin Jindan, Ahli Hadis yang Produktif Menulis

 

Dr Ahzami Samiun Jazuli sendiri lahir pada 24 Juni 1962 di Pati, Jawa Tegah. Ia menyelesaikan pendidikan SD hingga SMP di Raudhatul Ulum Guyangan, Pati. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Muhammad bin Saud jurusan Ulumul Quran di Riyadh, Arab Saudi.

Terakhir, kata Yusuf Mansur, ada nasihat berkesan yang diberikan Ahzami Samiun Jazuli ketika berpidato di kelulusan para santrinya. Ia berpesan agar para murid didikannya selalu menyebarkan ajaran Islam di mana pun berada dan tetap berada dalam lingkaran tarbiyah islamiyah

"Silakan kalian berkuliah di mana saja. UI, UGM, ITB, kampus mana saja di seluruh dunia, asal kalian ingat satu hal. SebagaiSantri lulusan pondok pesantren, kalian adalah sufarud da'wah, duta-duta dakwah," tutup Yusuf Mansur. (Mr/detik)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store