:
:
News
Pandemi COVID-19, Sekjen Persatuan Ulama Islam Internasional Fatwakan Percepat Pembayaran Zakat

gomuslim.co.id – Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Islam Internasional, Ali Qaradaghi menekankan dalam sebuah fatwa tentang perlunya mempercepat penyaluran zakat fitrah Ramadhan tahun ini. Hal tersebut guna menyelamatkan para penderita wabah pandemi COVID-19. 

“Pembayaran zakat fitrah bagi kebanyakan muslim yang diprioritaskan pembayarannnya pada bulan Ramadan, saat ini lebih diutamakan,” ujar Qaradaghi seperti dilansir dari publikasi Iqna, Senin (6/4/2020).

Sebelumnya, ia sempat menanggapi pertanyaan dari salah satu penonton saluran satelit Al-Jazeera, Mubasher tentang pembayaran zakat di tengah wabah pandemi. Ia menjelaskan bahwa pada zaman Nabi Muhammad SAW pun mempercepat pembayaran zakat.

“Sekarang yang terbaik dan mustahab untuk dilakukan adalah mempercepat pembayaran zakat fitrah, karena Nabi juga mempercepat pembayaran zakat pamannya, Abbas (Abbas bin Abdul Muththalib, salah seorang pedagang Arab),” jelasnya.

Untuk itu, ia menekankan bahwa mempercepat pembayaran zakat dan sodaqoh kepada orang fakir miskin, dimana kefakiran telah mendominasi mereka dan para korban corona lebih baik dari pada menundanya sampai bulan Ramadan. Hal ini merupakan kategori hukum syar’i.

 

Baca juga:

Soal Perintah Percepatan Distribusi Zakat, Ini Sikap Baznas

 

Sebelumnya, Syaikh Ikrima Sabri, khotib Masjidil Aqsha, Dar al-Ifta Mesir dan Organisasi Keagamaan Turki juga telah mengumumkan bahwa izin penggunaan atau penyaluran zakat firah untuk melawan corona boleh dilakukan sebelum dimulainya Ramadhan. 

Sementara itu di Indonesia, Menteri Agama, Fachrul Razi resmi mengimbau umat muslim agar membayarkan zakat mal atau zakat hartanya sebelum bulan Ramadhan. Hal itu dilakukan untuk mempercepat distribusi zakat kepada orang-orang yang berhak di masa pandemi virus corona saat ini.

Imbauan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 tahun 2020 terkait panduan beribadah menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Surat Edaran tersebut diteken Menteri Agama Fachrul Razi pada pada hari ini, Senin, 6 April 2020.

"Bagi Organisasi Pengelola Zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian," ujar Fachrul. 

Ia juga meminta agar pembayaran zakat dilakukan melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan. Tak hanya itu, panitia pengelola zakat juga diminta menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan ketika melakukan penyerahan zakat. Selanjutnya, penyaluran zakat kepada orang yang berhak juga dilarang melalui tukar kupon dan mengadakan pengumpulan orang. (mga/Iqna/dbs)

 

Baca juga:

Menag Dorong Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat

Responsive image
Other Article
Responsive image