:
:
News
Otoritas Pangan Saudi Terapkan Layananan Digital Selama Lockdown

gomuslim.co.id – Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi (SFDA) meluncurkan layanan elektronik yang berkontribusi untuk mempromosikan kesadaran kesehatan dan komunikasi interaktif dengan tetap memperketat kontrol dan memfasilitasi kinerja bisnis.

Hal itu berdasarkan saran dari pakar medis terhadap pemerintah untuk bisa tetap memberikan layanan melalui sarana digital. Otoritas Saudi menekankan rekomendasi tersebut selama diberlakukannya kebijakan lockdown akibat pandemi COVID-19.

Layanan chatbot WhatsApp bernama Sarah dan aplikasi bernama Tameni, bekerja sama dengan Unit Digital Transformasi Nasional, yang menggunakan AI, intelijen bisnis, dan sistem inspeksi elektronik.

Sarah bekerja sepanjang waktu dan berkomunikasi langsung dengan pengguna melalui WhatsApp dan Telegram. Ini memungkinkan pengguna untuk menanyakan tentang obat-obatan, mengirim pengaduan, dan berkontribusi untuk meningkatkan kesadaran kesehatan juga. 

“Kami ingin meyakinkan orang tentang makanan, obat-obatan, kosmetik, dan peralatan medis kami,” ujar Direktur Pengembangan Sistem SFDA, Abdullah Al-Dokhail seperti dilansir dari publikasi Arab News, Senin (6/4/2020).

Ia menjelaskan, aplikasi seluler Tameni bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan mudah tentang semua produk yang diawasi oleh otoritas. Ini memungkinkan pengguna untuk mencari obat-obatan, harganya, dan alternatifnya, melalui nama produk atau barcode.

 

Baca juga:

Sterilkan Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi Saudi Kerahkan 3.500 Pekerja

 

November lalu, ia sempat mengatakan bahwa otoritas memilih nama Sarah karena itu adalah nama wanita paling umum di Kerajaan. Nama terebut juga merupakan nama ibunya.

"Saya kira tidak ada rumah tangga di Kerajaan tanpa nama Sarah. Ini jelas putri, ibu, atau saudara perempuan seseorang. Itu adalah nama yang sangat umum, ada di setiap wilayah di Kerajaan, bahkan populer secara global. Nama Sarah berasal dari kata Arab suroor, yang berarti sukacita dan itulah yang ingin kami bawa ke semua orang,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ide yang sama ada di balik nama Tameni, yang berarti “meyakinkan saya”. Pertanyaan umum yang diterima otoritas, kata dia, adalah mengapa kedua layanan tidak dimasukkan ke dalam satu aplikasi. Al-Dokhail mengatakan SFDA menginginkan layanan untuk menjangkau semua orang di dalam Kerajaan dan di luar. 

“Itu sebabnya kami mendiversifikasi platform. Kami memilih WhatsApp karena ada statistik yang mengatakan 25 juta orang di Kerajaan menggunakan WhatsApp. Tameni adalah aplikasi seluler dan aplikasi populer di kalangan anak muda,” paparnya.

Sistem inspeksi elektronik berkontribusi untuk mengurangi pelanggaran dan menjaga keselamatan warga dan penduduk di Kerajaan melalui tindak lanjut langsung dari ruang operasi inspeksi, memperbarui data fasilitas, mengarsipkan file mereka secara langsung, dan penjadwalan elektronik untuk inspeksi berkala.

Diketahui, pada Ahad (5/4/2020) kemarin, Arab Saudi telah mengkonfirmasi 206 kasus virus corona baru dan lima kematian, sehingga totalnya menjadi 2.385 infeksi, 34 kematian dan 488 pemulihan. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

280 Dokter Saudi Bertempur Melawan Corona di Prancis

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store