:
:
News
Peduli COVID-19, Komunitas Muslim Minnesota AS Gotong Royong Buat dan Bagikan Ribuan Masker 

gomuslim.co.id – Umat muslim di Saint Paul, Minnesota, Amerika Serikat (AS) membuat ribuan masker untuk diberikan secara gratis kepada petugas medis dan masyarakat. Aksi ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap pasien dan para petugas medis, serta masyarakat yang berjuang melawan pandemi COVID-19.  

Inisiatif tersebut berawal dari usulan kepada imam setempat untuk membuat seruan agar umat bisa bersatu. Umat diajak bersama-sama secara suka rela membuat masker untuk memenuhi kebutuhan masker di tengah merebaknya COVID-19.

Syekh Muhammad Faraz dari Yayasan Masjid Hamza al Mahmood di Prior Lake menyambut baik inisiatif umat muslim tersebut. Sekitar 40 keluarga muslim menyanggupi permintaan itu dengan menjahit 1.500 masker bagi pasien risiko rendah serta staf non medis di sejumlah rumah sakit di Saint Paul, Minnesota.

Hal itu lantas menyatukan dan memberi semangat umat muslim Saint Paul di tengah penutupan sementara masjid guna mencegah penyebaran wabah COVID-19. “Ini seperti pengganti bagi kami karena tak bisa kumpul ke masjid. Saya pikir kegiatan ini membuat semangat kami tetap hidup. Kami merasa ada pertemuan yang lebih besar dari pada saat kami bisanya berkumpul di masjid,” ujar Syekh Muhammad Faraz seperti dilansir dari publikasi Sahan Journal, Senin (6/4/2020). 

 

Baca juga:

Petarung Muslim UFC Ini Bagikan Tips Kuat Berlatih Saat Puasa Ramadhan

 

Syekh Faraz berharap ada banyak keluarga muslim yang turut ambil bagian membuat masker. Meski Yayasan Masjid Hamza al Mahmood sendiri berada di Prior Lake, namun menurut Syekh Faraz, pihaknya juga melayani seluruh wilayah di Saint Paul, Minnesota.

Ia mengajak para relawan agar melibatkan keluarganya masing-masing untuk pekerjaan membuat masker. Ia mengatakan tindakan itu merupakan kesempatan untuk berpartisipasi secara lokal.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh seorang mahasiswa sekaligus seorang relawan di yayasan al Mahmood, Saima Masood. Ia mendapat tugas sebagai koordinator langsung bagi banyak keluraga yang suka rela membuat masker.

Mulanya, Masood menjadi sopir yang bertugas memindahkan pasokan bahan dasar pembuatan masker ke rumah-rumah warga dan menghubungkan dengan tim relawan bagian menjahit. Ia mengatakan setiap anggota keluarga muslim terlibat membuat masker. “Setiap keluarga memastikan bahwa anak-anak mereka, remaja, suami membantu di rumah dengan memotong atau menjahirt Bukan hanya para ibu semua orang di rumah berkerja bersama,” ujar Masood.

Begitu pun dengan Samiya Jamah. Ia merupakan salah satu relawan yang membantu membuat masker. Seperti banyak relawan lainnya, sulit baginya untuk menyediakan waktu menjahit masker.

Namun dengan bantuan keluarganya dia dapat membuat 50 masker dalam sehari. Apa yang dilakukan Jamal pun didengar tetangganya. Empat tetangganya kemudian mengulurkan tangan untuk bergabung dan semakin menghasilkan banyak masker.

Apa yang dilakukan muslim Saint Paul mendapat sambutan baik terutama dari para praktisi kesehatan. Salah satunya datang dari seorang dokter ahli penyakit menular di wilayah itu, Rashid. Rashid menilai respons umat muslim yang membuat masker untuk dibagikan merupakan sebuah keajaiban terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan masker. (mga/SahanJournal)

 

Baca juga:

Pandemi COVID-19 Belum Usai, Komunitas Muslim AS Mulai Diskusikan Program Ramadhan

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store