:
:
News
Soal Perintah Percepatan Distribusi Zakat, Ini Sikap Baznas

gomuslim.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyampaikan sikap terkait imbauan pemerintah pusat yang mendorong percepatan pendistribusian zakat di tengah pandemi COVID-19. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan bahwa pihaknya mendukung hal tersebut meski di lapangan terkadang menghadapi kendala.  

Irfan mengatakan, percepatan penyaluran zakat kepada kaum dhuafa menjadi sangat penting saat pandemi virus corona (COVID-19). "Di lapangan kadang ada hambatan tapi tidak membuat penyaluran (zakat) ditunda, misalnya pada saat pengadaan alat perlindungan diri (APD) dan masker serta hand sanitizer untuk kaum dhuafa kadang kita perlu melihat suplainya," ujarnya, Ahad (5/4/2020).

Ia menuturkan, program yang perlu dipercepat adalah program untuk mengantisipasi dampak pandemi corona yang sangat mempengaruhi pada pendapatan harian. “Contohnya pedagang keliling, penjahit keliling, ojek dan yang lainnya sangat terdampak pandemi corona,” jelasnya.

 

Baca juga:

Menag Dorong Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat

 

Kata Irfan, Baznas melibatkan para pekerja harian untuk menjadi relawan sekaligus dalam rangka membantu pendistribusiannya. Contohnya beberapa waktu lalu Baznas melibatkan sopir angkot untuk melakukan distribusi logistik untuk kaum dhuafa.

"Sopir angkot kita ajak karena mereka banyak yang kehilangan penghasilan harian karena adanya social distancing dan Work From Home, sehingga penghasilan mereka sangat menurun maka kita berdayakan mereka," ujarnya.

Irfan menegaskan, Baznas berkomitmen memperkuat program-program tanggap darurat untuk merespon pandemi corona. Seperti diketahui masa tanggap darurat sampai 29 Mei 2020. Untuk itu Baznas telah membuat rencana aksi nasional (RAN).

Baznas mengatur penyaluran zakat di masa darurat melalui RAN. Sasarannya kaum dhuafa karena mereka yang sangat terdampak. Baznas juga menerapkan work from home (WFH), jadi Baznas membuat mekanisme persetujuan sampai pencairan dana dilakukan secara daring. Tentu dengan tetap memperhatikan aspek akuntabilitas.

"Baznas secara sistem siap melakukan penyaluran dalam situasi yang ada seperti sekarang, kita sudah memiliki protokol penyaluran yang sudah kita susun, kalaupun terjadi karantina wilayah, Baznas telah menyiapkan protokol agar program penyaluran bisa tetap dilakukan dengan baik, prinsipnya pelayanan pada mustahik adalah prioritas utama yang harus kita lakukan karena kaum dhuafa dipastikan terdampak paling parah," pungkasnya. (hmz/baznas/dbs/rep)

 

Baca juga:

Bantu Korban Terdampak COVID-19, Wapres Ma'ruf Amin Minta Umat Muslim Keluarkan Zakat Lebih Awal

Responsive image
Other Article
Responsive image