:
:
News
Lembaga Medis Islam di Inggris Beri Pelatihan Gratis untuk Mahasiswa Kedokteran NHS

gomuslim.co.id – Pandemi COVID-19 sudah menjadi bencana besar bagi hampir seluruh negara di dunia. Tak hanya merenggut nyawa masyarakat biasa, bahkan nyawa para tim medis, khususnya para dokter juga harus menjadi korban ketika harus melawan virus tersebut.

Di Inggris, sejumlah dokter muslim bahkan sudah banyak yang harus kehilangan nyawanya ketika berjuang merawat pasien COVID-19. Apalagi hingga saat ini, vaksin dari virus corona belum ditemukan.

Berangkat dari hal itu, British Islamic Medical Association (BIMA), sebuah lembaga medis Islam di Inggris mengumumkan untuk memberikan webinar gratis bagi semua mahasiswa kedokteran tahun terakhir yang sedang direkrut untuk bekerja dan membantu National Health Service (NHS) di tengah-tengah pandemi COVID-19.

BIMA yang juga merupakan afiliasi dari Dewan Muslim Inggris (MCB), akan membantu mahasiswa kedokteran yang mungkin merasa kewalahan ketika dipanggil untuk berlatih. 

“Sekarang, lebih dari sebelumnya, komunitas medis dan muslim perlu berkumpul dan mendukung satu sama lain dengan cara apa pun yang kami bisa. BIMA memiliki sejarah panjang mendukung Muslim dalam profesi perawatan kesehatan. Tetapi dalam krisis ini, kami ingin mendukung semua petugas medis dengan cara apa pun yang kami bisa,” ujar Presiden BIMA, Dr Sharif Al Ghazal seperti dilansir dari publikasi About Islam, Sabtu (4/4/2020).

Ia menjelaskan, webinar tersebut nantinya akan mencakup panduan praktis dan klinis, termasuk menangani keadaan darurat dan putaran bangsal. Itu juga akan memberikan nasihat spiritual dan perawatan diri terkait cuti sakit, doa, dan banyak lagi.

 

Baca juga:

Lawan COVID-19, Lembaga Amal Muslim Inggris Gabung Kampanye Solidaritas Nasional

 

“Dipanggil ke garis depan dalam keadaan yang tidak dapat diprediksi dan berusaha seperti ini adalah posisi yang sulit. Itu membutuhkan pengorbanan fisik, emosional, dan spiritual yang sangat besar. Mereka yang bekerja tanpa lelah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat dan orang-orang yang kita kasihi layak mendapat penghargaan dan dukungan terbaik. Kami berharap dapat memberikan panduan kepada rekan-rekan terbaru kami,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MCB, Harun Khan menilai bahwa inisiatif tersebut merupakan sebuah dukungan nyata untuk segala upaya dalam membantu bangsa.

“Dalam masa-masa pengujian ini, kita semua harus mendukung upaya nasional dalam memerangi coronavirus dan menjaga komunitas kita tetap aman. BIMA memiliki sejarah panjang dalam mendukung pekerja layanan kesehatan Muslim. Inisiatif ini untuk mendukung semua petugas kesehatan baru - tanpa memandang keyakinan - adalah salah satu yang saya yakin akan dihargai oleh banyak orang di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

“Kami telah melihat curahan inisiatif masyarakat, dari mengumpulkan dana untuk peralatan perlindungan pribadi, membuka pintu masjid untuk memberikan ruang bagi rumah sakit, dan menyumbangkan makanan untuk pekerja NHS. Adalah tanggung jawab kita masing-masing untuk melakukan apa pun yang kita bisa untuk mendukung orang lain. Ini adalah upaya kolektif seperti ini yang akan membantu Inggris mengatasi krisis ini,” pungkasnya.

Diketahui, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 951.933 dan membunuh 48.320 lainnya, menurut perkiraan terbaru oleh WorldOMeter. Sementara itu, Inggris juga tengah bergulat dengan lebih dari 29.000 kasus virus baru yang dikonfirmasi. Kerajaan Inggris telah melaporkan 2.352 kematian sejauh ini. (mga/AboutIslam)

 

Baca juga:

Bantu Warga Saat Lockdown, Organisasi Pemuda Muslim Inggris Tawarkan Beragam Layanan

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store