:
:
News
COVID-19 Merebak, Permintaan Produk Jamu Tolak Corona Naik 

gomuslim.co.id – Mewabahnya virus corona (COVID-19) di tanah air membuat eksistensi jamu tradisional kembali naik. Sejumlah masyarakat percaya jamu tradisional bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh. Imbasnya, permintaan terhadap jamu tradisional pun meningkat.

Salah satunya seperti jamu yang diproduksi oleh Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Pelayanan Jamu Dinas Kesehatan (PSPJ Dinkes) Kota Pekalongan tepatnya di Jalan Letjen Suprapto 5, Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan ini. Jamu tersebut cukup laris dan mengalami peningkatan produksi yang drastis.

"Hal itu karena masyarakat percaya bahwa rempah-rempah yang terdapat pada jamu bisa menangkal virus Covid-19," ungkap Kepala PSPJ Kota Pekalongan, Uswatun Khasanah, Jumat (3/4/2020).

Ia mengungkapkan, dalam dua pekan terakhir ini banyak permintaan jamu siap minum maupun kemasan instan yang dipesan oleh masyarakat dan instansi yang ada di Kota Pekalongan. Misalnya Rumah Sakit, Puskesmas, OPD, dan penikmat jamu lainnya. Bahkan, di antaranya memesan dalam jumlah banyak.

"Tak hanya dari dalam kota saja, permintaan jamu buatan PSPJ Dinkes Kota Pekalongan juga datang dari luar Kota Pekalongan. Misalnya NTB, Kupang, Palembang, Yogyakarta, dan beberapa daerah di Indonesia. Di tengah wabah Corona, permintaan jamu buatan PSPJ Dinkes ini mengalami peningkatan drastis. Sebab, masyarakat sebelumnya enggan minum jamu karena rasanya pahit,” paparnya.

“Dengan semakin meningkatnya kesadaran mereka akan pentingnya minum jamu yang bagus untuk tingkat imunitas kita dan inovasi jamu yang kian berkembang, kami banyak menerima orderan terutama kalangan Rumah Sakit dan Puskesmas untuk para karyawannya," imbuhnya.

 

Baca juga:

PCNU Deli Serdang Bagikan Sembako untuk Ringankan Beban Warga Terdampak Corona

 

Disampaikan Uswatun, ada sebanyak 500 botol jamu yang diproduksinya dalam sehari. Masyarakat setempat juga banyak yang datang untuk membeli jamu di PSPJ karena harganya yang terjangkau. Diakuinya, peningkatan permintaan jamu PSPJ naik hampir 300-400 persen dari yang semula hanya 100-200 botol setiap harinya.

“Sebelumnya, setiap kali produksi, PSPJ dapat memproduksi 600-700 botol namun di tengah isu Corona ini dapat memproduksi beberapa kali lipat dari produksi tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, tingginya permintaan rempah-rempah ini di pasaran juga berdampak pada lonjakan harga jahe merah, kencur, dan sejenisnya. Namun, kondisi ini tidak serta merta membuat PSPJ menaikkan harga jamu yang dijual per botol maupun kemasannya. “Varian jamu yang biasa dipesan sangat beragam. Kebanyakan varian bir pletok, temulawak, jahe, kencur, dan sebagainya. Kesemuanya berkhasiat untuk menghangatkan dan menyegarkan badan," terang uswatun.

"Selain itu, jamu ini juga melancarkan peredaran darah dan meningkatkan imunitas tubuh. Harganya pun relatif murah mulai dari Rp5 ribu per botolnya, untuk yang kemasan mulai dari Rp15 ribu,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jamu COVID-19 PSPJ Dinkes Kota Pekalongan terus berinovasi mengembangkan aneka jenis jamu. Terbaru adalah varian jamu yang diberi nama J-Co 19 (Jamu COVID-19). Di dalamnya mengandung bahan alami seperti kunyit, secang, lengkuas, kayu secang, dan jeruk. Varian baru ini pun langsung menyita perhatian para penikmat jamu tradisional. Varian baru J-Co 19 ini, lanjut dia, memang diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Pekalongan, 1 April 2020.

Pihaknya terinspirasi membuat jamu dari peneliti Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta yang membuat varian jamu dari beberapa rempah. Khasiatnya untuk meningkatkan imunitas dan dipercaya sebagai anti virus seperti kunyit, secang, lengkuas, kayu secang, dan jeruk, rasanya enak, dan segar.

"Alhamdulillah keberadaan jamu varian baru ini langsung bisa diterima semua pihak. Terbukti, pada awal ini kami hanya memproduksi 20-25 botol untuk pengenalan. Tetapi langsung sold out. Ada beberapa pihak telah pre-order untuk bisa menikmati jamu tersebut,” pungkasnya. (mga/NUOnline)

 

Baca juga:

Cegah COVID-19, Ansor Sukoharjo Bakti Sosial Bagikan Masker dan Jamu ke PKL

Responsive image
Other Article
Responsive image