:
:
News
Pandemi COVID-19 Belum Teratasi, Ustadz Felix Siauw Imbau Umat Muslim Tidak Mudik

gomuslim.co.id – Sejumlah ulama dan ustadz kondang Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap isu virus corona atau COVID-19 di Tanah Air. Para tokoh ini terus meminta umat untuk senantiasa menjaga diri agar terhindar dari bahaya virus corona.

Salah satunya seperti ustadz Felix Siauw yang gencar menyebarkan pesan terkait corona melalui media sosial Instagram miliknya @felixsiauw. Baru-baru ini, ia berpesan agar warga tidak mudik ketika COVID-19 belum teratasi seutuhnya.

Ia meminta semua umat Muslim untuk tidak keluar dari wilayah pandemi, dan yang di luar tidak boleh masuk wilayah yang sudah terpapar penyakit tersebut. Ia juga mengimbau agar Muslim menahan diri untuk tidak beribadah secara berjamaah.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Ustad Felix Siauw guna memutus rantai penyebaran COVID-19. Ia juga meminta masyarakat luas untuk dapat mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

 

Baca juga:

Terkait Corona, Ustaz Felix Siauw Dukung Fatwa MUI Salat di Rumah

 

Berikut tulisan ustadz Felix Siauw di laman Instagram pribadinya:

Cuitan dan Imbauan ustad Felix Siauw di Akun Instagram Miliknya, @felixsiauw

Sabar, Jangan Mudik

Prinsip Islam saat wabah itu sederhana, yang sehat jangan sakit, yang sakit jangan menularkan. Dan untuk menjaga itu, diterapkan sistem yang paling ekstrim: lockdown.

Karena pola penanganan wabah itu berbeda dengan pola penanganan penyakit biasa. Sama dengan ilmu kedokteran masa kini, pola penanganan pandemi, harus ekstrim.

Maksudnya? Semua orang yang berada di wilayah pandemi harus beranggapan bahwa dia sudah tertular. Karena itu Rasulullah perintahkan yang di wilayah wabah, jangan dan bersabar, bila wafat, pahala syahid.

Rasulullah juga memberi perintah yang di luar wilayah pandemi, jangan masuk, untuk menjaga kemungkinan terburuk, yaitu ikut tertular dan menularkan

Tindakan Rasulullah sangat ekstrim dan mungkin sangat radikal, tapi ini yang diperlukan pada kondisi itu. Karena bila tindakan itu tidak dilakukan, mudharatnya bakal lebih lagi.

Disitulah arti sabar dari hadits tersebut, sabar tidak berjumpa dengan keluarga, sabar tidak mudik, sabar tidak jalan-jalan dulu, sabar itu ya artinya berkorban.

Artinya, kalau kita sudah tinggal di wilayah merah, seperti Jakarta, Bogor, Solo, Malang dan sebagainya, tidak boleh bagi kita untuk mudik pulang kampung

Kenapa, karena balik ke atas, harus menganggap kita sudah tertular. Dan pada faktanya, makin tinggi mobilitas kita, maka makin besar penyebaran COVID-19.

Karena virus tak bisa menularkan dirinya, kita yang bawa. Please, bakti pada orangtua di masa ini bukan dengan pulang kampung, taat pada masa ini bukan dengan berjamaah dan memaksa untuk berkumpul

Ingat nasihat Rasulullah, yang sudah ada di wilayah wabah, sabar. Dan itu artinya berkorban meskipun kita merasa kita sehat dan tak tertular. Ingat ini wabah, bukan sakit biasa.

#JanganMudik, taati ulama untuk tidak menambah potensi penyebaran COVID-19 ini, tahan dulu untuk berjamaah. Yang di wilayah wabah, berkorbanlah dengan tetap di rumah, yang di luar, jangan masuk. Rasulullah pasti benar”. (hmz/gomuslim/okezone)

 

Baca juga:

Ustad Adi Hidayat Minta MUI Keluarkan Imbauan Ibadah Antisipasi Covid-19

Responsive image
Other Article
Responsive image