:
:
News
Dukung Pemerintah Perangi Virus Corona, GTV Batalkan ‘Voice Of Ramadan’ 2020

gomuslim.co.id - GTV resmi membatalkan ajang pencarian bakat penyanyi religi Voice of Ramadan (VOR) 2020. Kegiatan karantina kontestan dan syuting program ini seharusnya dimulai pada awal April besok.

Penghentian ajang pencarian bakat penyanyi religi tahunan ini dilakukan melihat perkembangan wabah corona (COVID-19) di Tanah Air. Apalagi kegiatan ini merupakan salah satu agenda GTV yang terkait dengan pengumpulan massa.

GTV sebagai lembaga penyiaran turut aktif dalam penyebaran informasi tentang perkembangan penanganan wabah corona, mengedukasi pemirsa melalui iklan layanan masyarakat, serta membatasi kontak langsung antar pemirsa.

Caranya dengan memberhentikan aktivitas berkumpul pada program acara siaran yang melibatkan kerumunan penonton, menunda beberapa event off air maupun aktifitas syuting program on air lainnya.

“Mengorbankan sebuah program yang awalnya hendak mengulang sukses bukan lagi hal yang penting. Bagi GTV menjaga keselamatan para kontestan dan pemirsa setianya adalah hal yang utama. Sehingga ajang ini akan kembali digelar saat bulan Ramadan tahun depan,” demikian pernyataan GTV dalam siaran pers yang diterima gomuslim, Senin (30/3/2020).

 

Baca juga:

Voice Of Ramadan Kembali Digelar, Begini Cara Pendafatarannya

 

Meski VOR 2020 dibatalkan, GTV akan tetap menghadirkan nuansa Ramadhan yang khidmat dan menghibur dengan ragam pilihan tayangan jelang berbuka dan sahur. “Semoga wabah corona segera berlalu dan kita bisa menyambut kedatangan bulan Ramadan penuh rasa syukur,” tambahnya.

“Tanggung jawab GTV secara sosial tidak terpaku pada penyebaran informasi yang terpercaya dan berguna bagi pemirsa saja. Aksi nyata yang bermaksud memberikan contoh kepada masyarakat merupakan bentuk pembelajaran yang efektif, bahwa mencegah lebih baik daripada membuka ruang bagi virus corona jadi semakin mewabah,” tegas GTV.  

Keputusan membatalkan VOR 2020 sendiri sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Agung Suprio agar lembaga penyiaran agar merubah format siaran dengan mengurangi mobiltas dan kerumunan massa.

“Mengubah format program siaran yang melibatkan banyak orang (peserta dan/atau penonton) baik yang disiarkan secara on air (live atau tapping) maupun off air yang ditayangkan di televisi maupun radio di seluruh Indonesia," kata Agung Suprio. (jms/rls)

 

Baca juga:

Inilah Program TV Spesial Ramadhan Layak Tonton Menurut MUI

Responsive image
Other Article
Responsive image